Skip to content


Karakter Maritim sebagai Potensi Pemersatu

Manusia dilahirkan sebagai makhluk yang hidup di daratan, tidak seperti ikan, mamalia air, dan hewan-hewan air lainnya. Tapi manusia juga dibekali dengan kemampuan beradaptasi yang sangat tinggi yang salah satunya disebabkan oleh adanya akal budi. Selain itu, dalam kaitanya dengan dunia maritim, pada umumnya manusia itu adalah makhluk yang fisiknya secara relatif bersifat “waterproof” dan “tahan korosi”, dimana dia tetap berfungsi dalam keadaan basah dan terendam air laut sampai batas-batas tertentu. Tidak seperti barang electronik secara umum misalnya, yang bisa rusak hanya karena terkena tumpahan air laut bahkan air tawar sekalipun. Semua hardware yang dibuat khusus untuk digunakan di lingkungan laut selalu diberi embel-embel “marine grade”, dan memang dibuat secara khusus untuk bisa berfungsi sesuai kategori “marine grade” tersebut.

Tidaklah berlebihan jika secara umum manusia adalah salah satu mahluk darat yang termasuk dalam katergori “marine grade”. Dengan kondisi manusia seperti itu maka manusia sebagai makhluk yang hidup di darat tertantang untuk keluar dari daratan untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi dunia maritim beserta sumber dayanya sambil terus memelihara kelestarian lingkungan hidupnya. Ketika berkegiatan di dunia maritim dan laut pada khususnya manusia mempunyai keterbatasan-keterbatasan fisik sehingga potensi kemampuan adaptasi menjadi sangat dominan untuk berperan agar manusia bisa bertahan dan beraktivitas di laut. Perpaduan antara keinginan untuk berkegiatan di laut dan kemampuan adaptasi tersebutlah yang menciptakan berbagai kegiatan maritim (sosial, budaya, ekonomi, politik, dll). Manusia menciptakan cara-cara dan alat-alat (software dan hardware) untuk dapat menunjang keinginannya untuk berkegiatan di dunia maritim.

Ketika manusia berada di dalam posisi di luar habitat aslinya, maka manusia harus bekerja lebih keras dan pada umumnya menjadi semakin saling tergantung dengan manusia lainnya. Ketika di laut manusia menjadi sadar bahwa jika kita bekerja sama dengan baik untuk suatu tujuan yang sama maka pekerjaan rumit bisa diselesaikan dengan lebih baik dan tantangan berat bisa dihadapi. Ketika di laut, semua hal harus diperhitungkan dengan matang dan seksama agar manusia tidak terjebak dalam situasi yang tidak diinginkan yang terjadi di luar habitat aslinya.

Indonesia Maritime Club (IMC) mencoba melihat karakter maritim Indonesia sebagai faktor pemersatu bangsa.

Ketika kita ingin bekerja bahu-membahu untuk suatu tujuan maka kita harus berkomunikasi dan berinteraksi satu sama lain. Kita juga terlebih dahulu perlu menentukan cita-cita kita bersama yang ingin dicapai. Untuk itu isi hati dan pikiran para stake holders yang ada di kegiatan maritim Indonesia perlu diketahui untuk dipetakan ke dalam suatu gambaran yang terstruktur dalam menentukan cita-cita besar bersama. IMC akan mencoba secara bertahap memetakan hal tersebut untuk bisa ikut berkiprah untuk turut membangun visi bersama dalam membangun Indonesia menjadi negara maritim yang kuat.

Bagaimana rekan-rekan sekalian?

Posted in Ekonomi Bahari, IMC.

Tagged with , , , .


One Response

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. Ozy Marine says

    Mas Lautbiru,

    Saya begitu terkesan dengan cita2x luhur dari pembentukan IMC ini.

    Kalau kata guru sejarah dulu, para pejuang mampu mengalahkan musuh dengan bambu runcing, entah statement agak kurang masuk akal, akan tetapi kenyataannya yach Indonesia Merdeka.

    Nah semoga IMC mampu menjadi bambu runcing dalam perjuangan kita semua membangun dunia maritim Indonesia ke arah Zero accident and minimize pollution at sea dan dengan demikian ekonomi maritime akan berkembang berkelanjutan sampai ke cucu-cucu kita.

    Selamat Berjuang and Jayalah Maritim Indonesia.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.