Skip to content


Kapal apa kiranya yang cocok untuk lautan Nusantara

 

Salam bahagia,
Mungkin tulisan dibawah ini dapat menjadi bahan pemikiran atau bahan perbincangan di forum ini.
==============
USNavy menambahkan satu kapal yang disebut HSV-1 Class dalam Armadanya. HSV adalah singkatan dari High Speed Vessel. Kapal ini digunakan sebagai kapal pengangkut personel lengkap dengan persenjataannya. HSV-1 adalah jenis catamaran dengan dua lunas atau lunas -kembar.
Kapal jenis yang sama, HSV-1 adalah kapal pertama yang dioperasikan oleh gabungan USNavy dan USArmy untuk coba uji. HSV-1 dioperasikan khusus sebagai kapal coba uji selama dua tahun. Kapal ini di”charter” dari Perusahaan Kapal Ferry di Australia, yang menghubungkan Pulau Tasmania dan Daratan Australi.
Coba uji selama dua tahun itu dianggap sukses. Sepuluh bulan kemudian diluncurkan HVS-2 buatan Galangan Kapal di Australia. Tentunya setelah ada perbaikan serta tambahan-tambahan seperlunya disesuaikan dengan keperluan mengangkut Pasukan lengkap dengan persenjataannya, Tank dan/atau Amphibious Vehicles serta barang-barang lainnya.
Kapal jenis HSV ini sebetulnya kapal ukuran kecil. Panjangnya kira-kira 100 meter lebih. Dan mempunyai Bobot MAti sebesar 1900 ton. Dapat memuat muatan seberat 800 ton dan tempat duduk penumpangnya seperti di Pesawat. Dapat memuat 300 prajuriit dan dapat diperbesar kapasitasnya sampai 600 prajurit. Kapasitas muatan barangnya termasuk kendaraan tempur seberat 70 ton, termasuk tank M-1. Kendaraan dimuat dan dibongkar dari kapal dengan tenaga sendiri, melalui pintu gerbang dihaluan kapal. Tentu lebih banyak personel dan jumlah muatan yang diangkut akan mengurangi kecepatannya maupun jarak yang dapat ditempuh. Ternyata kapal catamaran lunas-berganda ini, kurang cocok kalau berlayar dilautan lepas di Pacific atau di Atlantic. Ombak besar mengakibatkan kecepatan menurun.
Di kapal yang dipesan untuk USNavy ini, dilengkapi juga dengan Heli-Pad untuk dua heli jenis UH-60 atau jenis CH-46.
ABK kapal jenis HSV ini hanya berjumlah 20 orang, tetapi tersedia tempat tidur untuk 51 orang.. Dan dapurnya mempunyai kapasitas untuk melayani 150 orang.
Jenis HVS ini tentu yang dipentingkan adalah “kecepatan”-nya. Pada waktu uji coba kecepatannya, dicatat mencapai kecepatan sampai 83 kilometer perjam selama berlayar 4 jam.
Kecepatan normalnya dalah 63 km per jam untuk jarak sejauh 2000 kilometer. Jika kecepatannya diturunkan menjadi 35 km per jam, jarak yang ditempuh dapat mencapai 7200 km dengan tanki BBM yang penuh. Kapal jenis HSV ini diperlengkapi dengan empat “water-jets” untuk memudahkan dalam manuver di pelabuhan untuk bersandar tanpa bantuan kapal Tunda.

—–

Kapal kombibasi barang dan penumpang (Ro-Ro). Tentu dengan perubahan atau penambahan yang cocok untuk Usaha Pelayaran Nasional.

Cocok untuk pelayaran route:

1. Tg.Priok- Belawan, 2..Tg.priok-Surabaya-Makassar-Bitung, 3.Tg.Priok-Surabaya-Makassar-Ambon,, 4. Makassar-Ambon- ke Papua.

—Bagaimana pendapat kawan-kawan ?

Salam,

Pak Joe

Posted in Industri Pelayaran, Shipping Line, Teknologi Perkapalan, Transportasi Laut.

Tagged with .


3 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. suhar says

    saya agak bingung dengan artikel diatas, di judulnya tertulis “Kapal apa kiranya yang cocok untuk lautan Nusantara”, terus dalam ulasanya dijabarkan tentang kapal perang (pengangkut personel), terus diakhir tulisan topiknya berubah menjadi kapal penyebrangan.

    saran saya : dalam 1 judul lebih baik ada 1 pokok bahasan.

    komentar saya :
    klo kapal perang yang cocok untuk wilayah nusantara adalah kapal jenis frigate, karena wilayah NKRI kan kepulauan jadi gak perlu kapal-kapal besar, yang penting kapal kecil tapi jumlahnya banyak.

    terus kalo kapal penyebrangan, menurutku kapal yang bisa mengangkut penumpang sekaligus barang itu lebih cocok untuk wilayah yang mempunyai banyak pulau seperti indonesia.

    terimakasih

  2. Singgih Nata says

    Sdr.Suhar,
    Anda menulis:
    “terus kalo kapal penyebrangan, menurutku kapal yang bisa mengangkut penumpang sekaligus barang itu lebih cocok untuk wilayah yang mempunyai banyak pulau seperti indonesia.”

    Artikel diatas adalah lain tidak hanya menyampaikan uji coba dari kapal Ferry jenis catamaran dengan kecepatan tinggi yang mana pelayarannya hanya menghubungkan satu pulau dengan pulau lainnya, dicoba berlayar dilautan lepas penuh dengan penumpang dan kendaraan termasuk tank.

    Kalau HVS itu ternyata cocok untuk berlayar di lautan lepas penuh dengan penumpang dan barang, tentunya akan ciocok sekali kalau berlayar di lautan Nusantara. Karena kapal ini jenis Ro-Ro, perlu dibangun dermaga khusus di setiap pelabuhan yang disinggahinya.

    Dengan arti kata lain: ” kapal Ferry berlunas ganda, dengan kecepatan 40 knot serta dapat mengangkut truck berat dan tank” adalah kapal yang sangat cocok untuk dipakai sebagai kapal Pelayaran Nusantara.
    Apakah sebagai kapal komersil atau sebagai kapal pengangkut pasukan TNI-AL.

    Saya mengharapkan dengan menulis artikel itu, sekiranya mendapat perhatian Pemerintah. Semoga suatu waktu Pemerintah akan mengocorkan dana untuk pembangunan kapal jenis HSV digalangan kapal dalam negeri dengan fungsi berganda dalam pengoperasiannya.
    Umpamanya kapal HVS itu milik TNI-AL, kalau tidak diperlukan oleh TNI-AL, daripada ditambat di dermaga, dicharterkan kepada perusahaan Pelayaran Nusantara.

    Tapi ternyata setelah 11 bulan artikel itu muncul diIMC, Anda adalah satu-satunya yang menanggapinya. Untuk itu saya ucapkan terima kasih.

    Suatu bukti yang nyata, perhatian masyarakat apalagi Pemerintah dalam Dunia Maritim di tanah air ini ditaruh dalam daftar dan menempati nomor yang terendah.

    Negara Kepulauan. …………nenek moyangku orang pelaut?????????

    Salam,
    Pak Joe

  3. Abu Isa says

    Wah telat nieh masuk club ini, tapi saya cuman mau tyk. Untuk saat ini ada g kapal pengangkutan barang-orang tujuan surabaya-makassar. Soalnya saya mau mudik pakai motor. Terimakasih.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.