Masyarakat Pemerhati Pelayaran, Pelabuhan dan Lingkungan Maritim (MAPPEL)
The Four Seasons Jakarta
10:00 - 13:00 WIB
Sekretariat MAPPEL
Jl. Abdul Muis 34, Lt. 2
Jakarta 10160
Tel : 021-350 5433
Fax : 021-350 5432
Email : mappel_maritim@yahoo.com
MAPPEL lahir sebagai wujud tanggung jawab moral kami selaku insan-insan maritim terhadap perkembangan kemaritiman di tanah air tercinta ini khususnya di bidang Pelayaran, Pelabuhan dan Lingkungan Maritim.
Sudah sama-sama kita ketahui bahwa pelayaran kita terpuruk sejak 2(dua) dekade yang lalu menyebabkan rendahnya daya saing terhadap pelayaran asing. Kalau pada tahun 80an setiap minggu ada kapal Merah Putih sandar di pelabuhan Eropah, setiap 2(dua) minggu Merah Putih berkibar di pelabuhan-pelabuhan Amerika atau Australia. Bahkan di pelabuhan-pelabuhan di kawasan Timur Jauh (Jepang, Korea, Taiwan dan kawasan Asean) setiap hari ada kapal Merah Putih melakukan kegiatan bongkar muat barang. Lelang tembakau di Bremen, Jerman belum akan digelar kalau kapal Indonesia belum tiba disana, karena tembakau yang merupakan salah satu produk andalan ekspor kita dibawa oleh kapal berbendera Merah Putih.
Demikian juga kondisi pelabuhan-pelabuhan kita yang kalah bersaing dengan pelabuhan di Negara tetangga, sehingga posisi pelabuhan-pelabuhan di Indonesia baru sebatas pelabuhan pengumpul dan pengumpan untuk pelabuhan di Singapura dan Malaysia.
Kedua hal tersebut menyebabkan kerugian secara finansial yang sangat signifikan karena devisa yang dimanfaatkan oleh pihak pelayaran asing mencapai tidak kurang dari US$ 30 milyar per tahun.
Belum lagi kerugian dikarenakan rusaknya lingkungan yang disebabkan berbagai hal, termasuk sistim penegakan hukum yang belum maksimal. Di kawasan pelabuhan, sarana dan prasarana yang masih dibawah standar internasional turut menyumbang degradasi lingkungan maritim di perairan Indonesia.
Menyadari kondisi demikian kami yang berkecimpung dibidang maritim merasa terpanggil untuk membantu dan memberikan masukan kepada Pemerintah dalam bentuk usulan kebijakan maupun usulan peraturan tentang konsepsi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan bidang kemaritiman yang di dapatkan dari analisa kebijakan berdasar pada konsultasi publik. Selain itu, lemahnya sumber daya manusia dan kelembagaan dibidang maritim membutuhkan suatu pemikiran dan terobosan dalam perbaikan dan perkembangan sistem pendidikan dan pelatihan.
Mappel hanya disiapkan dalam waktu 1 (satu) bulan dalam rangka mengejar tanggal yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pada tanggal 28 Oktober 1928 para pemuda bersumpah untuk mebentuk satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa. Dan kami, individu yang di-ikat oleh Mappel pada tanggal 28 Oktober 2008 mempunyai cita-cita untuk memperjuangkan satu nusa dan satu bangsa yang barjaya di lautan, Indonesia menjadi Negara Bahari. Seperti kata Bung Karno pada hari Maritim tahun 1963, “Indonesia tidak akan menjadi bangsa yang kuat kalau rakyatnya tidak kawin dengan laut. Kalau Bangsa Indonesia mempunyai jiwa samudra, jiwa pelaut, maka Indonesia akan menjadi Bangsa Besar”
Susunan Pengurus
Masyarakat Pemerhati Pelayaran, Pelabuhan dan Lingkungan Maritim (MAPPEL)
Badan Penasihat : Ir. Sarwono Kusumaatmaja
Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh;
Laksamana TNI (Purn) Soemardjono;
May Jen Mar (Purn) Benyamin Balukh;
Laksamana Madya (Purn) Abu Hartono;
DR. Saut Gurning
Badan Pengurus :
Ketua Umum : Oentoro Surya
Ketua Harian : DR. Ir. Elly Rasdiani Sudibjo, MSc
Sekretaris : Maman Permana, BSc
Bendahara : Deny Yustriyani, SE
Anggota : Anwar Sata;
Capt. Arthur Warokka;
Drs. Hidayat;
Drs. Sjarifuddin Mallarangan;
Capt. Tjahyo Willis Gerilyanto, SH, M.Mar
Selamat Bu Elly, Pak Oentoro, dll
Semoga MAPPEL bisa menjadi lembaga yang berkembang pesat demi kemajuan dunia maritim di Indonesia…
Ibu Elly Yth,
Selamat atas terbentuknya Mappel, semoga MAPPEL mampu menjadi penggerak penerapan MARPOL di dunia pelayaran dan Enviromental Regulation di Pelabuan 2x indonesia dan dunia maritim secara keseluruhan.
Dimana di negara2x maju sudah mulai mengarah penerapan “sustainability policy” di tiap project baru apalagi goverment project.
Berikut adalah beberpa usulan kongkrit sebagai masukan utk MAPPEL:
1. Ada baiknya Salah satu dari team Mappel juga menjadi perwakilan Indonesia di IMO utk Marpol Convention.
2. Memberi masukan pada TNI AL sebagai Salah satu armada terbesar di INdonesia, harus mulai menerapkan implentasi aturan2x MARPOL ke armadanya, barus mengajak perusahaan pelayaran besar lainnya juga penerepankan related MARPOL Rule and regulation to their fleet.
3. Mandatory ISM implementataion to National Fleet (say 500 GRT) above regardless apakah kapal2x tsb melakukan national voyage atau international voyage. (Di Austalia, Royal Australian Navy, juga mengimplementasikan ISM atau equvalent ISM documentation kedalam fleetnya secara bertahap. Hubungannya kalau Safety di kapal terjaga, maka kecelakaan dan polusi yang terjadi oleh kapal2x akan menurun dan nantinya akan mengurangi pencemaran laut.
4. Memantau secara rutin IMC ini baik tulisan artikelnya ataupun comment2xnya, saya percaya banyak comment atau tulisan di artikel ini yang sangat membangun bagi lingkungan dunia maritime.
5. Peningkatan kesadaran dan implementasi pendiikan atau pelatihan lingkungan laut bagi operator tradisional boat, fishing vessel, dsb.
6. Dan tidak kalah urgencynya adalah perbaikan undang2x lingkungan laut indonesia berikut dengan pengaturan, implementasi, procedure reporting, dsb.
7. Jayalah Maritime Indonesia
Selamat atas terbentuknya Mappel. Semoga dapat memberdayakan potensi maritim Indonesia secara keseluruhan, mulai dari sumberdaya laut, pantai, pelabuhan, transportasi laut, wisata laut, dan tentu masyarakat nelayan, untuk kesejahteraan bangsa.
Ass w w
Selamat atas terbentuknya MAPEL. Semoga Bapak dan Ibu pengurus MAPEL senantiasa mendapatkan RidhaNYA, baik saat menuaikan tugas dan dalam keadaan keseharian. Amin
Semoga dunia maritim kita dapat memberikan kebaikan bagi kita semua.
Salam hangat dari saya, salah seorang dkiantara jutaan orang yang mencintai lautan.
wass w w
Andang ks