Skip to content


Macam Ocean Energy

Pada prinsipnya semua enerji laut berasal dari enerji matahari. Penyerapan enerji matahari terbesar adalah di laut tropis. Indonesia sebagai salah satu negara yang berada di garis katulistiwa, memiliki Ocean Energy atau enerji laut yang sangat besar kapasitasnya dan juga sangat luas wilayahnya.

Pada intinya yang benar-benar enerji laut ada 4 (empat), yaitu enerji gelombang, enerji pasang surut, enerji arus dan enerji perbedaan temperatur (OTEC). Akan tetapi enerji matahari dan enerji angin juga bisa dimasukkan ke dalam kelompok enerji laut, karena sumber terbesar kedua enerji ini berada di pesisir pantai.

Peta enerji laut dapat digambar secara global, untuk enerji gelombang hampir seluruh selatan pulau Sumatera hingga ke pulau Timor, enerji arus mulai selat bali hingga selat Timor, enerji pasang surut di wilayah timur mulai dari Ambon hingga Papua dan sumber OTEC di 70% wilayah laut Indonesia kecuali di selat Malaka, laut Jawa dan sekitar Batam hingga Natuna. Sedangkan sumber enerji angin dan matahari hampir di seluruh wilayah pantai Indonesia.

Teori dasar pemanfaatan enerji laut sangat sederhana, dan dipahami oleh para insinyur Indonesia. Akan tetapi sayangnya pengetahuan ini hanya bersifat global, tidak mendetail sampai ke tahap implementasi. Salah satu contohnya, untuk membuat enerji listrik dari arus laut adalah dengan memasang baling-baling di bawah laut untuk memutar dinamo sehingga menghasilkan listrik. Pengetahuan insinyur Indonesia sebagian besar sampai disini. Dalam implementasinya sangat diperlukan kerjasama Tim, karena diperlukan berbagai tenaga ahli yang profesional.

Insinyur kita belum sampai ke implementasi ini, karena kendala biaya yang disediakan Pemerintah tidaklah mencukupi. Akibatnya pemanfaatan enerji laut ini dalam waktu dekat tetap memakai tenaga ahli dari negara lain.

Memang diperlukan pemimpin bangsa yang punya wawasan maritim, agar laut kita dapat dimaksimalkan kan untuk kesejahteraan bangsa.

Sekitar 100 tahun mendatang, ketika bahan bakar fosil (minyak, batu bara, gas) telah lenyap dari muka bumi ini, enerji laut akan sangat berperan penting untuk menghasilkan listrik dunia. Kalau kita mulai dari sekarang menguasainya, tidak tertutup kemungkinan 50 tahun lagi Indonesia menghasilkan listrik dari enerji laut dan menjualnya ke Singapore, Malaysia, Brunei dan Philipine.

Dalam 50 tahun ke depan, ketika semua kendaraan telah memekai telaga listrik, maka Indonesia akan menjadi seperti Arab Saudi saat ini, yaitu menguasai ekonomi dunia sebagai penghasil listrik nomor satu di dunia.

Semua tergantung kita, bangsa sendiri, bangsa Indonesia

Posted in Teknologi Maritim, Teknologi Sumber Energi Maritim.


3 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. avatar Lautbiru says

    Pak Donny,

    Seru juga pencerahannya. Kalau bicara kapasitas daya listrik yang bisa dihasilakan dari ocean energy ini yang mana yang paling effisien? Apakah bisa untuk skala besar dengan lokasi terbatas atau skala kecil tapi ada di mana-mana?

    Proyek 10.000 MW Tahap I di Indonesia masih mengandalkan energi fosil (karena ini bicara langkah taktis, udah kepepet karena kondisi supply demand listrik yang sudah kritis).

    Proyek 10.000 MW Tahap II sudah mulai bicara sumber energi yang berkesinambungan. Karena memang kebijakan energi tidak bisa hanya dipikirkan secara taktis, tapi strateginya harus jelas. Jangan baru repot kalau ada masalah di depan mata (taktis), nggak ada yang namanya antisipasi jangka pajang (strategi).

    Melihat strategisnya daerah tropis sebagai sumber energi, maka besar kemungkinan setelah energi fosil mulai bergser ke energi yang suistainable maka “hot zone” dari segi geopolitik bisa bergeser ke negara-negara ekuator (apalagi negara kepulauan di ekuator) bukan lagi di timur tengah (karena kaya minyak bumi) seperti sekarang ini.

  2. avatar adhikara says

    saya tertarik dengan topik anda, memang tidak dapat dipungkiri bahwa apa yang anda sampaikan memang benar apa adanya.

    sebagai mahasiswa mungkin saya bisa berbangga diri karena DIKTI memiliki agenda tahunan berupa Program Kreatifitas Mahasiswa dan kebetulan proposal saya diterima (penelitian dalam bidang alat pembangkit listrik tenaga gelombang). tapi dengan dana yang digulirkan serasa tidak cukup bila diharapkan untuk menghasilkan sebuah energi yang bermanfaat bagi banyak orang.

    kurangnya penghargaan bangsa kita terhadap hasil karya anak negeri seringkali membuat kekecewaan yang begitu mendalam bagi peneliti. seperti halnya banyak peneliti yang dipatenkan hasil karyanya di negeri orang hanya karena penelitiannya di sponsori oleh negara tersebut.

    semoga apa yang anda harapkan sebagai raja di negara sendiri dapat terwujud.

Continuing the Discussion

  1. kapan dekan FTK jadi moderator debat capres? « Kertas Tisu linked to this post on July 3, 2009

    [...] sumber enerji kita. prospek ocean energy yang dapat diperoleh dari wilayah laut Indonesia sangat tinggi. wilayah laut kita mampu mendukung dalam implementasi enerji gelombang, enerji pasang surut, enerji arus dan enerji perbedaan temperatur, enerji matahari dan enerji angin. (data lengkap Indonesia Maritim Club) [...]



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.