<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indonesia Maritime Club &#187; Donny Achiruddin</title>
	<atom:link href="http://www.indonesiamaritimeclub.com/author/donny-achiruddin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.indonesiamaritimeclub.com</link>
	<description>Membangun Indonesia Berbasis Ekonomi Maritim</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Aug 2010 14:31:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Kendala Teknologi dan Kapasitas Ocean Energy</title>
		<link>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/06/04/kendala-teknologi-dan-kapasitas-ocean-energy/</link>
		<comments>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/06/04/kendala-teknologi-dan-kapasitas-ocean-energy/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 01:08:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Donny Achiruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Sumber Energi Maritim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/06/04/kendala-teknologi-dan-kapasitas-ocean-energy/</guid>
		<description><![CDATA[Para insinyur Indonesia pada umumnya menguasai teknologi secara global dan di atas kertas. Karena ketika di kampus hampir semua mahasiswa tidak pernah melakukan praktek penerapan teknologi secara langsung, apalagi di perguruan tinggi swasta. Penyebab utama adalah kurangnya biaya untuk melakukan praktek penerapan teknologi tersebut
Apa yang salah di bangsa kita, sehingga sampai saat ini Indonesia masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Para insinyur Indonesia pada umumnya menguasai teknologi secara global dan di atas kertas. Karena ketika di kampus hampir semua mahasiswa tidak pernah melakukan praktek penerapan teknologi secara langsung, apalagi di perguruan tinggi swasta. Penyebab utama adalah kurangnya biaya untuk melakukan praktek penerapan teknologi tersebut</p>
<p>Apa yang salah di bangsa kita, sehingga sampai saat ini Indonesia masih berada di kelompok negara berkembang. Indonesia pada tahun 1966 memperoleh kepercayaan menjadi negara pertama di Asia untuk tempat asembling mobil-mobil Jepang, tetapi hingga saat ini telah lebih dari 40 tahun, bangsa ini belum mampu membuat mobil sendiri. Indonesia merupakan negara ketiga di dunia melakukan pengeboran minyak setelah Amerika Serikat dan Venezuela, tetapi hingga saat ini explorasi minyak dari perut bumi pertiwi ini masih diserahkan ke negara-negara asing.</p>
<p>Demikian pula halnya dengan teknologi pemanfaatan Ocean Energy atau enerji laut. Badan Pengembangan dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah mulai dengan beberapa pengembangan enerji laut, seperti enerji gelombang di Yogyakart. Tetapi mungkin banyak yang tidak tahu, bahwa alat-alat tersebut sumbangan dari negara eropa (maaf lupa negara nya). Yang menjadi pertanyaan, apakah BPPT sudah mampu membangun sendiri mulai dari nol hingga menghasilkan listrik ? Ini perlu pembuktian.</p>
<p>Penguasaan teknologi tidak bisa hanya menghafal pelajaran sejarah, termasuk juga pengembangan dan penerapan enerji laut. Tetapi harus diterapkan secara langsung oleh bangsa sendir. Tidak ada istilah alih teknologi di dunia ini, yang ada adalah pencurian teknologi dari bangsa asing yang bekerjasam dengan Indonesia.</p>
<p>Pada kesempatan ini penulis mencoba sekedar memberikan gambaran tentang kendala teknologi dan kapasitas listrik yang dapat dihasilkan dari enerji laut.</p>
<p>Tidal Power (Enerji Pasang Surut)<br />
Teknlogi pembangkit listrik pasang surut (PLPS) ini mungkin sudah dikuasai penuh oleh bangsa Indonesia, karena prinsipnya tidak berbeda dengan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) seperti di waduk Jatiluhur dan waduk-waduk lainnya. Air laut ketika pasang ditampung dalam suatu wilayah yang di bendung dan pada waktu pasang surut air laut dialirkan kembali ke laut. Pemutaran turbin dilakukan dengan memanfaatkan aliran air ketika masuk ke dalam dam dan ketika keluar dari dam menuju laut.</p>
<p>Kendala utama penerapan teknologi PLPS ini ada dua, pertama Pemerintah belum pernah memanfaatkan enerji pasang surut ini untuk menghasilkan listrik. Sehingga tenaga ahli kita yang telah menguasai teknolgi pembangkit listrik tenaga air belum pernah merancang dan menerapkan atau membangun secara langsung dari awal. Kedua, untuk pembangunan ini akan merendam wilayah yang luas, apalagi bila harus merendam beberapa desa disekitar muara atau kolam. Disisni akan muncul masalah sosial, bukan masalah teknologi.</p>
<p>Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para insinyur Indonesia untuk penerapan tekknologi ini adalah efisiensi propeler ketika air masuk dan air keluar. Kalau di PLTA arah air penggerak turbin hanya satu arah, sedangkan pada pembangkit listrik pasang surut ini dari dua arah. Hal kedua yang menjadi perhatian, adalah material yang dipergunakan. Untuk air laut diperlukan material khusus disesuaikan dengan kadar garam dan kecepatan airnya</p>
<p>Kapasitas listrik yang dihasilkan oleh PLPS ini sebaiknya untuk kapasitas besar (&gt; 50 MW), agar bisa ekonomis seperti PLTA.</p>
<p>Sayangnya sumber enerji PLPS ini banyak berada wilayah timur Indonesia, mulai dari Ambon hingga ke Papua. Di wilayah ini kebutuhan lsitrik masih kecil dan membutuhkan power cable bawah laut yang sangat panjang untuk bisa membawa listrik ke pulau Sulawesi yang membutuhkan listrik dalam jumlah besar</p>
<p>BERSAMBUNG (Wave Power/Enerji Gelombang)</p>
<p>Donny Achiruddin<br />
Fakultas Teknologi Kelautan, Universitas Darma Persada<br />
Visiting Professor<br />
Institute Ocean Energy Saga University, Japan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/06/04/kendala-teknologi-dan-kapasitas-ocean-energy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Macam Ocean Energy</title>
		<link>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/06/03/macam-ocean-energy/</link>
		<comments>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/06/03/macam-ocean-energy/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 02:47:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Donny Achiruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Sumber Energi Maritim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/06/03/macam-ocean-energy/</guid>
		<description><![CDATA[Pada prinsipnya semua enerji laut berasal dari enerji matahari. Penyerapan enerji matahari terbesar adalah di laut tropis. Indonesia sebagai salah satu negara yang berada di garis katulistiwa, memiliki Ocean Energy atau enerji laut yang sangat besar kapasitasnya dan juga sangat luas wilayahnya.
Pada intinya yang benar-benar enerji laut ada 4 (empat), yaitu enerji gelombang, enerji pasang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada prinsipnya semua enerji laut berasal dari enerji matahari. Penyerapan enerji matahari terbesar adalah di laut tropis. Indonesia sebagai salah satu negara yang berada di garis katulistiwa, memiliki Ocean Energy atau enerji laut yang sangat besar kapasitasnya dan juga sangat luas wilayahnya.</p>
<p>Pada intinya yang benar-benar enerji laut ada 4 (empat), yaitu enerji gelombang, enerji pasang surut, enerji arus dan enerji perbedaan temperatur (OTEC). Akan tetapi enerji matahari dan enerji angin juga bisa dimasukkan ke dalam kelompok enerji laut, karena sumber terbesar kedua enerji ini berada di pesisir pantai.</p>
<p>Peta enerji laut dapat digambar secara global, untuk enerji gelombang hampir seluruh selatan pulau Sumatera hingga ke pulau Timor, enerji arus mulai selat bali hingga selat Timor, enerji pasang surut di wilayah timur mulai dari Ambon hingga Papua dan sumber OTEC di 70% wilayah laut Indonesia kecuali di selat Malaka, laut Jawa dan sekitar Batam hingga Natuna. Sedangkan sumber enerji angin dan matahari hampir di seluruh wilayah pantai Indonesia.</p>
<p>Teori dasar pemanfaatan enerji laut sangat sederhana, dan dipahami oleh para insinyur Indonesia. Akan tetapi sayangnya pengetahuan ini hanya bersifat global, tidak mendetail sampai ke tahap implementasi. Salah satu contohnya, untuk membuat enerji listrik dari arus laut adalah dengan memasang baling-baling di bawah laut untuk memutar dinamo sehingga menghasilkan listrik. Pengetahuan insinyur Indonesia sebagian besar sampai disini. Dalam implementasinya sangat diperlukan kerjasama Tim, karena diperlukan berbagai tenaga ahli yang profesional.</p>
<p>Insinyur kita belum sampai ke implementasi ini, karena kendala biaya yang disediakan Pemerintah tidaklah mencukupi. Akibatnya pemanfaatan enerji laut ini dalam waktu dekat tetap memakai tenaga ahli dari negara lain.</p>
<p>Memang diperlukan pemimpin bangsa yang punya wawasan maritim, agar laut kita dapat dimaksimalkan kan untuk kesejahteraan bangsa.</p>
<p>Sekitar 100 tahun mendatang, ketika bahan bakar fosil (minyak, batu bara, gas) telah lenyap dari muka bumi ini, enerji laut akan sangat berperan penting untuk menghasilkan listrik dunia. Kalau kita mulai dari sekarang menguasainya, tidak tertutup kemungkinan 50 tahun lagi Indonesia menghasilkan listrik dari enerji laut dan menjualnya ke Singapore, Malaysia, Brunei dan Philipine.</p>
<p>Dalam 50 tahun ke depan, ketika semua kendaraan telah memekai telaga listrik, maka Indonesia akan menjadi seperti Arab Saudi saat ini, yaitu menguasai ekonomi dunia sebagai penghasil listrik nomor satu di dunia.</p>
<p>Semua tergantung kita, bangsa sendiri, bangsa Indonesia</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/06/03/macam-ocean-energy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengembangan Ocean Energy</title>
		<link>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/05/21/pengembangan-ocean-energy/</link>
		<comments>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/05/21/pengembangan-ocean-energy/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 05:07:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Donny Achiruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Sumber Energi Maritim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/05/21/pengembangan-ocean-energy/</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 2008 harga minyak dunia sempat mencapi 147 dolar per barrel. Seluruh dunia termasuk Indonesia sibuk memikirkan energi alternatif.
Indonesia sebagai negara kepulauan perlu memikirkan sumber nergi masa depan yang tidak terbatas. Sumber energi tersebut berada di laut dan Indonesia memiliki energi laut atau ocean energy resources yang sangat baik dan luas. Ocean energy resources yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun 2008 harga minyak dunia sempat mencapi 147 dolar per barrel. Seluruh dunia termasuk Indonesia sibuk memikirkan energi alternatif.</p>
<p>Indonesia sebagai negara kepulauan perlu memikirkan sumber nergi masa depan yang tidak terbatas. Sumber energi tersebut berada di laut dan Indonesia memiliki energi laut atau ocean energy resources yang sangat baik dan luas. Ocean energy resources yang dimiliki Indonesia dapat dikatakan yang terbaik dan terbesar di dunia.</p>
<p>Berbeda dengan sumber daya alam darat yang bisa langsung diambil dan dimanfaatkan, sumber ocean energy ini perlu penanganan terlebih dahulu untuk memperoleh listrik, makanan, air tawar dan manfaat lainnya.</p>
<p>Penanganan sumber ocean energy ini melibatkan banyak pihak yang profesional, seperti ahli teknik perkapalan, ahli permesinan khususnya yang menguasai thermodynamic, ahli kelistrikkan, ahli konstruksi, ahli biota laut, ahli ekonomi dan banyak lagi.</p>
<p>Semua tenaga ahli yang disebutkan di atas dimiliki oleh bangsa Indonesia. Karena itu sebaiknya kita masyarakat maritim atau yang mencintai bangsa ini perlu dari sekarang secara bertahap dan berkesinambungan untuk memikirkan pemanfaatan ocean energy ini.</p>
<p>Mungkin belum banyak yang mengetahui, bahwa cadangan minyak yang dimiliki dunia Arab saat hanya untuk 80 tahun ke depan, sedangkan cadangan minyak Indonesia diperkirakan hanya untuk 25 tahun kedepan. Selanjutnya dari mana dunia akan mendapatkan energi listriknya ? Jawabannya ada di laut, khususnya lautan yang berada di wilayah ttropis.</p>
<p>Ini baru sekedar pembuka atau pemanasan, agar ocean energy juga bisa dilibatkan dalam IMC ini</p>
<p>Donny Achiruddin<br />
Visiting Professor,<br />
Institute Ocean Energy Saga University (IOES),<br />
Japan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/05/21/pengembangan-ocean-energy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ocean Energy</title>
		<link>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/05/20/ocean-energy/</link>
		<comments>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/05/20/ocean-energy/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 06:24:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Donny Achiruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Sumber Energi Maritim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/05/20/ocean-energy/</guid>
		<description><![CDATA[Salam kenal untuk member IMC
Boleh dong gabung untuk ngobrol-ngobrol soal ocean energy atau Enerji Laut.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal untuk member IMC</p>
<p>Boleh dong gabung untuk ngobrol-ngobrol soal ocean energy atau Enerji Laut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/05/20/ocean-energy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
