<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indonesia Maritime Club &#187; IMC</title>
	<atom:link href="http://www.indonesiamaritimeclub.com/category/imc/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.indonesiamaritimeclub.com</link>
	<description>Membangun Indonesia Berbasis Ekonomi Maritim</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Aug 2010 14:31:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Pengembangan Struktur Informasi Bisnis Maritim</title>
		<link>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2007/11/17/struktur-informasi-bisnis-maritim/</link>
		<comments>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2007/11/17/struktur-informasi-bisnis-maritim/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Nov 2007 06:30:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lautbiru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Bahari]]></category>
		<category><![CDATA[IMC]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis maritim]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi maritim]]></category>
		<category><![CDATA[negara kepulauan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamaritimeclub.com/2007/11/17/pengembangan-struktur-informasi-bisnis-maritim/</guid>
		<description><![CDATA[Bangsa Indonesia yang hidup di negara kepulauan mau tidak mau akan bersinggungan dan berhubungan langsung dengan dunia maritim.  Ketika kita berkegiatan di dunia maritim kita perlu lebih bahu-membahu untuk bekerja keras menghadapi tantangan-tantangan yang ada.  Ketika kita di laut kita akan sadar bahwa tidak ada cara lain selain bersatu-padu agar bisa bertahan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Bangsa Indonesia yang hidup di negara kepulauan mau tidak mau akan bersinggungan dan berhubungan langsung dengan dunia maritim.  Ketika kita berkegiatan di dunia maritim kita perlu lebih bahu-membahu untuk bekerja keras menghadapi tantangan-tantangan yang ada.  Ketika kita di laut kita akan sadar bahwa tidak ada cara lain selain bersatu-padu agar bisa bertahan dan tetap dapat melakukan kegiatan-kegiatan maritim yang ada (sosial, budaya, ekonomi, politik, dll).</p>
<p align="justify">Salah satu kegiatan maritim adalah bisnis maritim yang merupakan bagian dari kegiatan ekonomi maritim.  Banyak orang bicara tentang peluang dan banyak juga orang yang telah mencoba berbisnis di dunia maritim. Ada yang berhasil, ada yang stagnan dan tidak sedikit yang gagal. Bisnis maritim sangatlah luas cakupannya seperti halnya bisnis di daratan maupun udara bahkan luar angkasa.  Tetapi tantangan bisnis maritim sangat banyak, selaras dengan peluangnya yang juga masih sangat terbuka. Di lain pihak bisnis maritim juga merupakan hal yang “terjangkau” untuk dikembangkan oleh banyak kalangan di Indonesia (dibanding bisnis luar angkasa misalnya).  Kita tidak perlu gentar dengan tantangan yang ada di laut, justru kita perlu bersatu untuk bisa mengembangkan bisnis maritim di Indonesia.</p>
<p>Informasi-informasi yang perlu dipetakan dalam bisnis maritim di Indonesia adalah :</p>
<p>- Apa saja tantangan-tantangan yang ada?</p>
<p>- Apa saja peluang-peluang yang ada?</p>
<p>- Potensi apa saja yang sudah dimiliki, bisa dikembangkan atau harus dikembangkan?</p>
<p align="justify">Bisakah kita mengelola tantangan, peluang dan potensi tersebut dengan baik untuk menghasilkan sesuatu yang membawa dampak luas bagi pembangunan Indonesia yang berbasis ekonomi maritim?</p>
<p align="justify">Sekiranya jika para pelaku, pengamat, pemerhati pegiat bisnis maritm dapat senantiasa berinteraksi dan berkomunikasi untuk mengutarakan dan membicarakan hal-hal ini secara terus menerus dan terarah maka hasil-hasil pembicaraan, diskusi, pemikiran tersebut bisa terkumpul dan dipetakan menjadi sesuatu informasi yang terstruktur.  Informasi tersebutlah yang akan dipakai untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya bagi orang-orang yang :</p>
<p>- Tertarik dengan bisnis maritim</p>
<p>- Akan memulai bisnis maritim</p>
<p>- Sudah dan sedang menjalankan bisnis maritim</p>
<p>- Akan dan/atau sedang mengembangkan bisnis maritim yang sudah ada/sudah dijalankan.</p>
<p>Bagaimana ada komentar, usul atau masukan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2007/11/17/struktur-informasi-bisnis-maritim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karakter Maritim sebagai Potensi Pemersatu</title>
		<link>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2007/11/14/karakter-maritim-sebagai-potensi-pemersatu/</link>
		<comments>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2007/11/14/karakter-maritim-sebagai-potensi-pemersatu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Nov 2007 11:05:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lautbiru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Bahari]]></category>
		<category><![CDATA[IMC]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi kelautan]]></category>
		<category><![CDATA[karakter maritim]]></category>
		<category><![CDATA[permersatu bangsa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamaritimeclub.com/2007/11/14/karakter-maritim-sebagai-potensi-pemersatu/</guid>
		<description><![CDATA[Manusia dilahirkan sebagai makhluk yang hidup di daratan, tidak seperti ikan, mamalia air, dan hewan-hewan air lainnya. Tapi manusia juga dibekali dengan kemampuan beradaptasi yang sangat tinggi yang salah satunya disebabkan oleh adanya akal budi. Selain itu, dalam kaitanya dengan dunia maritim, pada umumnya manusia itu adalah makhluk yang fisiknya secara relatif bersifat “waterproof” dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Manusia dilahirkan sebagai makhluk yang hidup di daratan, tidak seperti ikan, mamalia air, dan hewan-hewan air lainnya. Tapi manusia juga dibekali dengan kemampuan beradaptasi yang sangat tinggi yang salah satunya disebabkan oleh adanya akal budi. Selain itu, dalam kaitanya dengan dunia maritim, pada umumnya manusia itu adalah makhluk yang fisiknya secara relatif bersifat “waterproof” dan “tahan korosi”, dimana dia tetap berfungsi dalam keadaan basah dan terendam air laut sampai batas-batas tertentu. Tidak seperti barang electronik secara umum misalnya, yang bisa rusak hanya karena terkena tumpahan air laut bahkan air tawar sekalipun. Semua <em>hardware</em> yang dibuat khusus untuk digunakan di lingkungan laut selalu diberi embel-embel “marine grade”, dan memang dibuat secara khusus untuk bisa berfungsi sesuai kategori “marine grade” tersebut.</p>
<p align="justify">Tidaklah berlebihan jika secara umum manusia adalah salah satu mahluk darat yang termasuk dalam katergori “marine grade”. Dengan kondisi manusia seperti itu maka manusia sebagai makhluk yang hidup di darat tertantang untuk keluar dari daratan untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi dunia maritim beserta sumber dayanya sambil terus memelihara kelestarian lingkungan hidupnya. Ketika berkegiatan di dunia maritim dan laut pada khususnya manusia mempunyai keterbatasan-keterbatasan fisik sehingga potensi kemampuan adaptasi menjadi sangat dominan untuk berperan agar manusia bisa bertahan dan beraktivitas di laut. Perpaduan antara keinginan untuk berkegiatan di laut dan kemampuan adaptasi tersebutlah yang menciptakan berbagai kegiatan maritim (sosial, budaya, ekonomi, politik, dll). Manusia menciptakan cara-cara dan alat-alat (<em>software</em> dan <em>hardware</em>) untuk dapat menunjang keinginannya untuk berkegiatan di dunia maritim.</p>
<p align="justify">Ketika manusia berada di dalam posisi di luar habitat aslinya, maka manusia harus bekerja lebih keras dan pada umumnya menjadi semakin saling tergantung dengan manusia lainnya. Ketika di laut manusia menjadi sadar bahwa jika kita bekerja sama dengan baik untuk suatu tujuan yang sama maka pekerjaan rumit bisa diselesaikan dengan lebih baik dan tantangan berat bisa dihadapi. Ketika di laut, semua hal harus diperhitungkan dengan matang dan seksama agar manusia tidak terjebak dalam situasi yang tidak diinginkan yang terjadi di luar habitat aslinya.</p>
<blockquote>
<p align="justify"><strong>Indonesia Maritime Club (IMC) mencoba melihat karakter maritim Indonesia sebagai faktor pemersatu bangsa.</strong></p>
</blockquote>
<p align="justify">Ketika kita ingin bekerja bahu-membahu untuk suatu tujuan maka kita harus berkomunikasi dan berinteraksi satu sama lain. Kita juga terlebih dahulu perlu menentukan cita-cita kita bersama yang ingin dicapai. Untuk itu isi hati dan pikiran para <em>stake holders</em> yang ada di kegiatan maritim Indonesia perlu diketahui untuk dipetakan ke dalam suatu gambaran yang terstruktur dalam menentukan cita-cita besar bersama. IMC akan mencoba secara bertahap memetakan hal tersebut untuk bisa ikut berkiprah untuk turut membangun visi bersama dalam membangun Indonesia menjadi negara maritim yang kuat.</p>
<p>Bagaimana rekan-rekan sekalian?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2007/11/14/karakter-maritim-sebagai-potensi-pemersatu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salam hangat dari saya&#8230;</title>
		<link>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2007/11/10/salam-hangat-dari-saya/</link>
		<comments>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2007/11/10/salam-hangat-dari-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Nov 2007 15:05:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[IMC]]></category>
		<category><![CDATA[]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Maritime Club]]></category>
		<category><![CDATA[marinir]]></category>
		<category><![CDATA[nenek moyangku]]></category>
		<category><![CDATA[orang pelaut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamaritimeclub.com/2007/11/10/salam-hangat-dari-saya/</guid>
		<description><![CDATA[Situs IMC (Indonesia Maritime Club) ini pada tahap awal (sesuai kesepakatan) memang dibangun untuk mengumpulkan informasi dan menjaring visi bersama akan wadah IMC serta akan dibawa kemana IMC ini.  Karena itu ijinkanlah saya sedikit bercerita yang mungkin bisa menyiratkan visi misi dan cita-cita saya mengenai Maritim Indonesia.
Saya jadi teringat sewaktu kecil dulu saya sering [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Situs IMC (Indonesia Maritime Club) ini pada tahap awal (sesuai kesepakatan) memang dibangun untuk mengumpulkan informasi dan menjaring visi bersama akan wadah IMC serta akan dibawa kemana IMC ini.  Karena itu ijinkanlah saya sedikit bercerita yang mungkin bisa menyiratkan visi misi dan cita-cita saya mengenai Maritim Indonesia.</p>
<p align="justify">Saya jadi teringat sewaktu kecil dulu saya sering menyanyikan lagu Nenek Moyangku (se)Orang Pelaut entah itu karena semacam &#8216;cuci otak&#8217; oleh rezim waktu itu atau emang lagi hits, entahlah. (Jangan-jangan lagu itu milik Malaysia yang sengaja diciptakan oleh Saridjah Niung Bintang Soedibio atau lebih dikenal dengan ibu Sud atas permintaan pemerintah Malaysia&#8230;walah!). Ini syairnya sekedar mengingatkan aja:</p>
<p><em>  nenek moyangku orang pelaut<br />
gemar mangarung luas samudra<br />
menerjang ombak tiada takut<br />
menempuh badai sudah biasa</em></p>
<p><em>angin bertiup layar terkembang<br />
ombak berdebur di tepi pantai<br />
pemuda b&#8217;rani bangkit sekarang<br />
ke laut kita beramai-ramai  </em></p>
<p align="justify">Tidaklah salah memang lagu tersebut tercipta, mungkin karena faktanya Indonesia merupakan negara kepulauan, dimana duapertiga wilayahnya merupakan perairan (laut). Dan cerita-cerita sejarah sering menyisipkan betapa gagah beraninya bangsa Indonesia melalui kerajaan A atau B sudah sampai ke negara Ini negara Itu negara Anu dengan naik kapal laut. Menariknya, kenapa kita tidak menjajah negara itu ya malah orang eropa yang jauh-jauh datang. Mungkin karena bangsa Indonesia dari dulu di dunia Internasional terkenal Cinta Damai (dongeng ibu guru). Celakanya si muka pucat eropa itu sudah datang menjajah pula dan yang lebih celaka lagi menurut saya malah sesama &#8216;bangsa Indonesia&#8217; saling menjajah.<span id="more-7"></span></p>
<p align="justify">Mungkin ada cerita lain bahwa  &#8216;bangsa Indonesia&#8217; ini pertama kali ada ketika entah siapa (manusia dari dataran tinggi Yunan) naik kapal nyasar ke Indonesia dan meng-klaim dia menemukan negara baru, karena itu disebutlah nenek moyang orang Indonesia adalah pelaut (karena naik kapal bukan jalan kaki). Tak tahulah tapi kalimat ini tidak pernah ada dalam cerita sejarah dimanapun, hanya kayalan saya waktu kecil. Lebih pastinya bisa dicari hasil wawancara dengan ibu Sud (jika ada). Dugaan saya lagu itu tercipta karena terinspirasi sang ayah yang berasal dari Bugis yang terkenal sebagai saudagar juga pelaut.</p>
<p align="justify">Berangkat dari &#8216;brain wash&#8217; lagu tersebut yang mungkin sudah masuk sampai jauh didalam ubun-ubun alam bawah sadar saya dan di dukung oleh lingkungan keluarga yang memang menggeluti laut (ayah saya seorang pelaut begitu juga dengan nenek moyangku) serta tinggal dan besar di lingkungan perumahan pelaut, inilah yang menyebabkan saya sekarang masih &#8216;peduli&#8217; terhadap laut.</p>
<p align="justify">Suatu ketika saya mencoba browsing mencari informasi apa saja mengenai kelautan/maritim Indonesia. Sungguh kecewa ternyata saya tidak banyak menemukan, bahkan beberapa informasi yang ada berasal dari situs asing. Boleh dikatakan portal mengenai maritim Indonesia tidak ada. Portal berita yang ada waktu itu juga tidak ada channel khusus mengenai (berita) maritim bahkan sampai hari ini.</p>
<p align="justify">Mulailah saya mencolek sana sini teman-teman saya untuk menyampaikan niat membuat situs informasi tentang Maritim Indonesia. Gayung bersambut, dimotori oleh partner yang juga boss saya dan adik kelas kami yang peduli terhadap maritim, bertemulah saya dengan orang-orang yang berkecimpung di dunia maritim. Mulai dari sing baurekso ne laut yaitu Angkatan Laut, teman-teman nelayan dan yang peduli nelayan, mahasiswa yang peduli masyarakat pesisir, jurnalis, pelaku bisnis (akhirnya kesampaian juga), birokrat (mantan mentri), ketua Dewan Martim Indonesia yang mengantar kami bertemu putranya Nino, sampai &#8216;pemilik modal&#8217; yang bersedia mendanainya. Secara saya dan teman-teman ini memang bukan orang yang bergelut langsung di dunia maritim.</p>
<p align="justify">Kejenuhan, jalan buntu dan kesibukan akhirnya membuat kami terhenti dan membuat vacuum kegiatan pencarian &#8216;Maritim Indonesia&#8217;. Memang seperti banyak pelaku maritim berujar, bahwa bicara maritim adalah bicara banyak hal dan hal tersebut sangatlah luas. Bayangkan, bicara industrinya saja sudah banyak, belum bicara hasil laut, energi laut, lingkungan, keanekaragaman hayatinya, masyarakatnya (sisi sosial), pendidikan, rekreasi dan masih banyak lagi. Inilah yang pada akhirnya membuat kami sulit untuk memetakan informasi maritim. Mungkin bisa dimulai dari salah satu saja pikir saya.</p>
<p align="justify">Berlalunya hari membuat impian situs Maritim Indonesia menjadi terpinggirkan, sampai disuatu hari seseorang yang dulu ikut berjuang bersama, Nino menghubungi dan bilang</p>
<blockquote>
<p align="justify"><strong> “&#8230;ada teman-teman di dunia maritim mau membuat semacam perkumpulan mungkin &#8216;kita&#8217; bisa jalan bareng sesuai cita-cita dahulu”</strong>. Inilah yang menyebabkan kami bertemu di sini di IMC (Indonesia Maritime Club)  sebuah wadah yang mempunya tujuan mempertemukan para pelaku bisnis di dunia maritim dan dapat menjadi pusat informasi (bisnis) maritim Indonesia, walau sampai hari belum dapat dikatakan &#8216;berjalan&#8217; juga.</p>
</blockquote>
<p align="justify">Harapan saya melalui perjalanan panjang mencari &#8216;Maritim Indonesia&#8217; ini, IMC kelak dapat menjadi jawabannya. Sehingga suatu saat Maritim Indonesia menjadi kuat (secara informasi) dan dapat menjadi tulang punggung ekonomi nasional, dapat mejadi tambang Emas Biru.</p>
<p align="justify">Saya jadi teringat bahwa rezim orde baru sepertinya kecil kemungkinan untuk membangun maritim dengan melakukan &#8216;cuci otak&#8217; terhadap generasi baru, lha wong pemimpinya bukan anak pelaut, anak petani yang bercita-cita bertani (kenyataannya bertani uang kayak paman gober), juga bukan marinir yang sempat jadi &#8216;musuh&#8217;nya. Weleh&#8230;saya salah ternyata, mungkin ini termasuk salah satu  kenapa informasi maritim &#8216;hilang&#8217;.</p>
<p align="justify">Sebagai penutup, mungkin ada baiknya rezim saat ini walaupun bukan anak pelaut apalagi pelaut  mempopulerkan kembali lagu Nenek Moyangku (se)Orang Pelaut, jika perlu wajib di sekolah-sekolah dan dinyanyikan tiap hari Senin sewaktu upacara bendera, biar generasi sekarang dan mendatang peduli pada laut (maritim) kita tercinta.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2007/11/10/salam-hangat-dari-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
