<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indonesia Maritime Club &#187; Industri Galangan Kapal</title>
	<atom:link href="http://www.indonesiamaritimeclub.com/category/industri-galangan-kapal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.indonesiamaritimeclub.com</link>
	<description>Membangun Indonesia Berbasis Ekonomi Maritim</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Aug 2010 14:31:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>mencari BOOM lokal ?</title>
		<link>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2010/07/29/mencari-boom-lokal/</link>
		<comments>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2010/07/29/mencari-boom-lokal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 12:48:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cepi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi Lingkungan Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Pelabuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Pencemaran Lingkungan Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Perencanaan-Desain Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Pertahanan dan Keamanan Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[BOOM]]></category>
		<category><![CDATA[Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[oil spills]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamaritimeclub.com/?p=430</guid>
		<description><![CDATA[halo semua,, saya sedang melakukan penelitian dan berniat untuk mengembangkan desain dari BOOM. akan tetapi data yang saya dapat masih minim. saya berharap akang2 sekalian mw membantu saya dengan memberikan informasi mengenai BOOM terutama mengenai BOOM produksi lokal, dan dimana saya dapat menemukan BOOM produksi lokal tersebut?
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>halo semua,, saya sedang melakukan penelitian dan berniat untuk mengembangkan desain dari BOOM. akan tetapi data yang saya dapat masih minim. saya berharap akang2 sekalian mw membantu saya dengan memberikan informasi mengenai BOOM terutama mengenai BOOM produksi lokal, dan dimana saya dapat menemukan BOOM produksi lokal tersebut?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2010/07/29/mencari-boom-lokal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Galangan Kapal Cina mendapat pesanan pembangunan kapal khusus</title>
		<link>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2010/07/13/galangan-kapal-cina-mendapat-pesanan-pembangunan-kapal-khusus/</link>
		<comments>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2010/07/13/galangan-kapal-cina-mendapat-pesanan-pembangunan-kapal-khusus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 16:25:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joe Ragan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Industri Galangan Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Galangan Kapal Bangunan Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Perencanaan-Desain Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Sumber Energi Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Galangan kapal negara tetangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamaritimeclub.com/?p=487</guid>
		<description><![CDATA[Tuesday, Jul 13, 2010
Perjanjian pembangunan kapal baru antara A2SEA ( anak perusahaan Dong Energy A/S/) dan perusahaan Galangan Kapal Cina, COSCO Group Co., Ltd telah ditanda tangani. Kapal baru ini adalah kapal khusus untuk pembangunan Menara Angin Tenaga Listrik dilepas pantai. Kontrak yang dikantongi Perusahaan Galangan Kapal Cina ini berharga sejumlah USD 139 Juta. Anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tuesday, Jul 13, 2010</p>
<p>Perjanjian pembangunan kapal baru antara A2SEA ( anak perusahaan Dong Energy A/S/) dan perusahaan Galangan Kapal Cina, COSCO Group Co., Ltd telah ditanda tangani. Kapal baru ini adalah kapal khusus untuk pembangunan Menara Angin Tenaga Listrik dilepas pantai. Kontrak yang dikantongi Perusahaan Galangan Kapal Cina ini berharga sejumlah USD 139 Juta. Anak perusahaan Dong Energy S/A ini adalah perusahaan yang menjadi pelopor dalam pembangunan Tenaga Listrik Menara Angin Lepas Pantai.</p>
<p>Kapal baru ini direncanakan akan selesai pembangunannya pada pertenganhan tahun 2012 dan akan diberi nama &#8216;Sea Installer&#8221;<br />
Kapal khusus ini akan dilengkapi dengan dongkrak hydrolis ( jack-up vessel) dilautan engan kedalaman sampai 45 meter. Direncanakan kapal ini akan beroperasi di lepas pantai Inggris maupun dipantai-pantai negara lainnya diseluruh dunia.</p>
<p>Frderik Hansen, CEO dari A2SEA, mengatakan bahwa dengan bertambahnya proyek Pengadaan Tenaga listrik dengan memakai Menara Angin lepas pantai,keberadaan kapal &#8220;SEA INSTALLER&#8221; yang diperlengkapi dengan alat-alat yang serba baru dapat memenuhi kebutuhan para langganan dimasa depan dan diharapkan akan tetap menjadi perusahaan utama dalam usaha-usaha pembangunan Menara Angin Tenaga Listrik Lepas Pantai didunia.</p>
<p>Kapal jenis ini akan menekan jangka waktu pembangunan Menara Angin Tenaga Listrik Lepas Pantai. Penekanan jangka waktu ini adalah merupakan faktor utama dalam usaha untuk menekan ongkos semurah mungkin dalam pembanguan Menara Angin Tenaga Listrik Lepas Pantai. Dalam rancangan dini SEA INSTALLER ini, direncanakan untuk dapat mengangkut paing sedikit 8 (delapan) sampai 10 (sepuluh) Menara Angin Tenaga Listrik Lepas Pantai komplit dengan turbine dan generator pembangkit tenaga listriknya. Kemampuan mengangkut lebih banyak peralatan Menara Angin Tenaga Listrik Lepas Pantai ini dalam satu pelayaran, merupakan suatu hal mustahil dalam waktu sekarang ini.</p>
<p>Keterangan diatas, merupakan suatu hal yang dapat dikatakan membuka &#8220;pintu&#8221; baru dalam usaha Pemerintah R.I. dalam pengadaan Tenaga Listrik Nasional. Diluar Pulau-pulau besar sperti Sumatra, Kalimantan Jawa, Sulawesi dan Papua, pengadaan tenaga listrik dilepas pantai apakah dengan tenaga angin atau tenaga air laut sewaktu pasang surut maupun &#8220;arus laut&#8221; yang selalu mengarah kesatu jurusan, misalnya Selat Bali, sudah waktunya untuk diraih hasilnya. Pengadaan tenaga listrik dengan angin dipantai lepas dan arus laut merupakan tenaga yang tak akan habis-habisnya dibandingkan dengan batubara atau minyak.</p>
<p>Juga tidak perlu mengadakan &#8220;research&#8221; yang mendalam seperti dalam hal Pengadaan Tenaga Listrik Nuklir. Juga menghindari hal-hal yang tak perlu seperti &#8220;syak wasangka&#8221; dunia Barat seperti halnya pengadaan tenaga listrik nuklir di Iran.</p>
<p>Dengan mengembangkan dan memeperdayakan tenaga yang tersedia di lepas pantai ini, menghemat persediaan batubara dan minyak. Dan seandainya usaha pembangunan Menara Angin Lepas Pantai ini dikaitkan dengan pembangunan &#8220;kodominium rumah ikan&#8221; akan membawa suatu jalan dalam menuju kemakmuran Negara dan Bangsa. .</p>
<p>Facts about SEA INSTALLER: .</p>
<p> Length: 132 metres .</p>
<p> Breadth: 39 metres .</p>
<p> Draft: 5.8 metres .</p>
<p> Speed: 12 knots .</p>
<p> Crane capacity: 900 tons .</p>
<p> Loading area: 3200 sqm. .</p>
<p> Loading capacity: 5000 tons .</p>
<p> Able to jack-up at water depths of up to 45 metres .</p>
<p> Capable of carrying eight to ten offshore wind turbines (Towers, nacelles and blades) .</p>
<p> Able to carry up 60 people (crew and installation personnel).</p>
<p>Dikutip dan diterjemahkan bebas dari Ship Building News July 13,2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2010/07/13/galangan-kapal-cina-mendapat-pesanan-pembangunan-kapal-khusus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Industri Galangan Kapal Negara Tetangga II</title>
		<link>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/10/25/industri-galangan-kapal-negara-tetangga-ii/</link>
		<comments>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/10/25/industri-galangan-kapal-negara-tetangga-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 19:10:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Singgih Nata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Bahari]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Galangan Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[bangladesh]]></category>
		<category><![CDATA[Galangan Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[western marine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/10/25/industri-galangan-kapal-negara-tetangga-ii/</guid>
		<description><![CDATA[Industry Galangan Kapal di Bangladesh
==============================
Industri Galangan Kapal di Bangladesh akan muncul dalam waktu dekat sebagai penghasil ekspor utama dengan adanya pesanan pembangunan kapal baru seharga 250 juta USD yang diterima 2 Galangan Kapal Bangladesh.
Ananda Shipyards yang berkedudukan di Maghnaghat menanda tangani surat perjajnjian pembangunan kapal baru sejumlah 180 Juta USD. Western Marine yang berkedudukan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Industry Galangan Kapal di Bangladesh<br />
==============================</h2>
<p style="text-align: justify;">Industri Galangan Kapal di Bangladesh akan muncul dalam waktu dekat sebagai penghasil ekspor utama dengan adanya pesanan pembangunan kapal baru seharga 250 juta USD yang diterima 2 Galangan Kapal Bangladesh.</p>
<p style="text-align: justify;">Ananda Shipyards yang berkedudukan di Maghnaghat menanda tangani surat perjajnjian pembangunan kapal baru sejumlah 180 Juta USD. Western Marine yang berkedudukan di Chittagong mengantongi pesanan kapal baru seharga 70 juta USD.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan kedua pesanan di dua Galangan Kapal itu, merupakan langkah maju yang sangat berarti. Seandainya perkembangan seperti ini berjalan terus, Industri Galangan Kapal Bangladesh akan menjadi penghasil devisa nomer dua setelah Industri Garment di tahun 2015. Demikian keterangan Abdullah Ban, Komisaris Utama Ananda Shipbuilders.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kami berhasil mengantongi satu percent dari pasaran dunia dalam pembangunan kapal berukuran kecil, satu percent itu sama dengan seharga 4 milyard USD. Dewasa ini pasaran dunia dalam pembangunan kapal-kapal ukuran kecil ini berharga 400 milyard USD. Demikian penjelasan Shakhawat Hossain, Managing Director Western Marine.</p>
<p style="text-align: justify;">Keterangan kedua usahawan di bidang Galangan Kapal itu, menurut para pengamat Industri, ini merupakan tahun yang bersejarah bagi Industri Galangan Kapal Bangladesh. Yang mana pada waktu-waktu yang lalu hanya berhasil dalam pembangunan kapal-kapal kecil pantai dan tanker ukuran kecil untuk pemesan dalam negeri.</p>
<p style="text-align: justify;">Para pemngamat Industri Galangan Kapal di Bangladesh menyatakan bahwa Bangladesh telah menjadi pasaran yang disukai oleh para pemilik kapal Samudra ukuran kecil. Yang mana sebelumnya usaha pembangunan kapal samudra jenis ini hanya dikuasai oleh Korea Selatan dan Cina. Dimana sekarang ini negara-negara seperti kedua negara itu memusatkan dan sibuk melayani pesanan kapal-kapal ukuran besar-besar..</p>
<p style="text-align: justify;">Vietnam, dimana Industri Galangan Kapalnya boleh dikatakan baru dimata para pemilik kapal di dunia, sudah tidak menerima pesanan pembangunan kapal baru yang berbobot mati dibawah 25,000 ton. Disebabkan dengan membangun kapal-kapal bertonase besar-besar lebih menguntungkan serta dapat memperkejakan jumlah pegawainya lebih sedikit. Demikian keterangan Mr. Hossain. Juga dia menambahkan, bahwa India dan mungkin juga Indonesia (?) merupakan tempat baru untuk para pemilik kapal didunia memesan kapal-kapal dengan bobot mati yang kecil-kecil.</p>
<p style="text-align: justify;">Titik terang Industri Galangan Kapal di Bangladesh dimulai tahun yang lalu dimana telah ditanda tangani pesanan seharga 100 juta USD dengan dua perusahaan Perkapalan dari Jerman untuk membangun delapan kapal peti kemas dengan kapasitas masing-masing memuat 325 peti kemas. Untuk diserahkan pada bulan Juli 2010.</p>
<p style="text-align: justify;">Gakangan Kapal lainnya di Bangladesh telah mendapat pesanan untuk membangun kapal baru seharga 200 Juta USD dari salah satu perusahaan perkapalan di Negeri Belanda.<br />
Highspeed Shipbuilding and Engineering Company Ltd, yang merupakan Galangan Kapal tertua di Bangladesh, menerima pesanan dari perusahaan Hollander Scholtens (HS) yang berkedudukan di Groningen. Pesanan itu terdiri dari delapan kapal dengan bobot mati masing-masing 9,000 ton, dengan bulan penyerahannya bulan April 2012. Harga pesanan ini adalah 200 juta USD.<br />
Hihspeed Shipbuilding and Engineering sangat berpengalaman dalam pembangunan kapal-kapal barang dan penumpang untuk keperluan pelayaran di sungai-sungai.<br />
Dimulai dari tahun 1961, telah membangun sejumlah 100 kapal-kapal ukuran kecil untuk keperluan pelayaran sungai dengan maksimum bobot mati dari 3000 ton.<br />
Para pengamat Industri Galangan Kapal di Bangladesh, mengatakan bahwa Bangladesh dengan pesanan-pesanan kapal-kapal baru itu menempatkan Bangladesh pada dalam jalan yang benar dalam menuju masa depan yang cerah.</p>
<p style="text-align: justify;">Mr. C.F. Zaman, Kepala Germanischer LLoyd berkedudukan di Bangladesh, mengatakan bahwa pesanan kapal-kapal baru merupakan suatu perkembangan yang luar biasa besarnya bagi Bangladesh. Highspeed adalah Galangan Kapal yang tertua di Bangladesh, dalam waktu yang mendatang disertai investasi yang cukup dibidang peralatan yang modern, Galangan Kapal ini dapat menjadi pemain utama dibidang pembuatan kapal baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan bantuan dari Germanischer LLoyd, sebagai pembuka jalan yang mana menghasilkan pesanan kapal baru untuk Ananda dan Western Marine.<br />
Juga Zaman mengemukakan bahwa Narayanganj Engineering and Shipbuilder sedang memulai mencari pesanan pembuatan kapal baru dari negara-negara seperti Denmark dan Jerman.</p>
<p>Singgih Nata</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/10/25/industri-galangan-kapal-negara-tetangga-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Industri Galangan Kapal Negara Tetangga  I</title>
		<link>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/10/23/industri-galangan-kapal-negara-tetangga-i/</link>
		<comments>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/10/23/industri-galangan-kapal-negara-tetangga-i/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 13:03:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Singgih Nata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Industri Galangan Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[asean]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis kapal]]></category>
		<category><![CDATA[shipbuilding infrastructure]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/10/23/industri-galangan-kapal-negara-tetangga-i/</guid>
		<description><![CDATA[Ringkasan Rencana Jangka Panjang dalam Pembangunan Industri Pembangunan Kapal Baru Vietnam.
=========================================
Didasarkan atas permintaan pasaran serta dalam usaha mewujudkan rencana pembangunan yang telah disyahkan, VINASHIN pada waktu ini aktip dalam usaha peningkatan mutu Galangan-galangan Kapal yang sudah ada agar dapat membangun kapal-kapal baru berupa kapal barang dengan bobot mati 20,000 ton, kapal tankers pengangkut minyak mentah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Ringkasan Rencana Jangka Panjang dalam Pembangunan Industri Pembangunan Kapal Baru Vietnam.<br />
=========================================</h3>
<p style="text-align: justify;">Didasarkan atas permintaan pasaran serta dalam usaha mewujudkan rencana pembangunan yang telah disyahkan, VINASHIN pada waktu ini aktip dalam usaha peningkatan mutu Galangan-galangan Kapal yang sudah ada agar dapat membangun kapal-kapal baru berupa kapal barang dengan bobot mati 20,000 ton, kapal tankers pengangkut minyak mentah dengan bobot mati dari 100,000 ton, kapal pengangkut peti kemas dengan daya angkut sejumlah 1016 peti kemas ( 1016 TEU) dan usaha-usaha lainnya berkaitan dengan Industri Galangan Kapal dalam jangka waktu tahun 2001 &#8211; 2002.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan jumlah tenaga kerja yang ahli serta fasilitas yang ada, yang mana telah ditingkatkan mutunya, VINASHIN telah memberikan jaminan kepada para langganan dalam negeri dan luar negri akan kepuasaan mereka dalam pembangunan kapal baru maupun fasilitas perbaikan kapal dan fasilitas pemeliharaan kapal-kapal. Hasil kerja kami disambut dengan baik oleh para langganan yang merasa puas dengan produk kami baik dari para pemilik kapal, dalam berbagai bidang dalam lingkungan perekonomian nasional mapun para pemakai jasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Industri galangan kapal baru, baik dalam usaha penjualan produknya serta kemajuan dibidang produksi telah mencapai suatu kenailan lebih dari 30 % per tahunya</p>
<p style="text-align: justify;">Rencana pembangunan Industri Galangan Kapal di Vietnam sampai dengan tahun 2005 sudah ditetapkan. VINASHIN akan membangun tiga kompleks Galangan Kapal di Vietnam Utara, Vietnam Tengan dan Vietnam Selatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam tahun 2005 VINASHIN akan sanggup membangun kapal-kapal baru sampai dengan bobot mati 80,000 ton dan fasilitas untuk perbaikan kapal-kapal sampai dengan bobot mati 400,000 ton, disamping memperoduksi di dalam negeri lempengan baja untuk pembangunan kapal baru, mesin-mesin kapal, berbagai peralatan kapal, pemasangan peralatan kapal dan peralatan lainnya dengan JVs atau bekerjasama dengan pihak asing.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 2005 diharapkan VINASHIN dapat terus bergerak dalam usaha merancang &#8220;shipbuilding infrastructure&#8221; dan menaikkan prestasi dalam bidang teknik untuk memungkinkan agar berbagai Galangan Kapal mampu untuk membangun kapal-kapal raksasa dan kapal-kapal yang &#8220;hi-tech&#8221; untuk memberikan pelayanan kepada usaha-usaha perkapalan khusus di bidang perminyakan dan industri gas serta industri di bidang pertahanan militer.<br />
Pembuatan serta perakitan peralatan untuk digunakan di industri kelautan lainnya, menaikkan usaha pengumpulan produksi hasil industri setempat serta peralatan-peralatannya untuk memenuhi kebutuhan lokal maupun laur negeri yang banyak sangkut pautnya dengan pembangunan kapal baru dan usaha perbaikan kapal-kapal.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 2010, Vietnam sudah harus mencapai tingkatan yang sama dan sejajar dalam usaha-usaha pembangunan kapal baru serta kemapuan dibidang teknik dengan negara-negara Asia lainnya. Diharapkan, pengumpulan dari produk-produk dalam negeri ini akan naik 60 &#8211; 70 %. Dengan demikian dapat melayani kebutuhan untuk ekspor dan akan menciptakan kondisi yang menunjang dalam memajukan industri-industri dalam negeri lainnya agar dapat berkembang denganbaik.</p>
<p style="text-align: justify;">Sasaran pembangunan.<br />
=================<br />
1. Phase pertama dari tahun 2001 sampai tahun 2002.<br />
Pembangunan kapal baru dengan bobot mati sampai 12,000 ton. Penaikkan mutu serta investasi dalam peralatan di Galangan-galangan kapal untuk memungkinkan pembuatan kapal baru dengan bobot mati 30,000 ton. Fasilitas untuk perbaikan kapal-kapal dengan bobot mati sampai 400,000 ton.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Phase kedua dari tahun 2003 sampai 2005.<br />
Menyelesaikan teknologi dalam pembuatan kapal baru dengan bobot mati sampai 50,000 ton Juga diharapkan sudah siap untuk pembangunan kapal baru dengan bobot mati sampai 100,000 ton. Memulai pro0duksi &#8220;offshore accommodation modules&#8221; untuk &#8220;oil rigs&#8221; dan &#8220;oil platforms&#8221;. Kapal tankers pengangkut minyak mentah dengan bobot mati sampai 400,000 ton. Siap memproduksi baja untuk keperluan pembuatan kapal-kapal baru. Perakitan Mesin Induk Kapal dengan kekuatan sampai 6,000 tenaga kuda serta memproduksi peralatan untuk deck kapal.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Phase ketiga dari tahun 2006 sampai tahun 2010.<br />
Menaikan mutu serta pembaharuan peralatan agar dibidang teknologi dalam pembangunan kapal baru setingkat dengan Galangan Kapal lainnya di ASEAN. Diharapkan produksi dalam negeri yang menunjang Industri Galangan Kapal Baru dapat dipenuhi dengan mencapai 60 sampai 70 %.<br />
=====================</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang ini, VINASHIN telah mendapatkan pesanan pembuatan kapal baru mendekati jumlah 6o trilyun Rp. Dari sejumlah tersebut 40 trilyun Rp adalah pesanan dari negara-negara maju yangterkenal dalam bidang usaha Pelayaran Samudra dan terkenal akan usaha galangan kapal yang terkemuka didunia. Pesanan itu adalah dari negara-negara Inggris,Jepang,Belanda dan Jerman. Dengan angka-angka dalam billions USD dapat dikatakan bahwa Vietnam dalam jangka waktu yang pendek serta keadaan yang minim sehabis perang melawan serta mengusir kekuatan militer Negara Adidaya, dalam industri galangan kapalnya merupakan suatu &#8220;success story&#8221;. Patut kita angkat topi dan mencontoh akan keberhasilan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam artikel terdhulu dengan judul : &#8220;<a href="http://www.indonesiamaritimeclub.com/2008/05/22/galangan-kapal-indonesia-tidur/">Galangan kapal Indonesia&#8230;.tidur?</a>&#8220;, ada hubungannya dengan success story dari Vietnam, semoga dapat membuka mata industri galangan kapal di tanah air.</p>
<p style="text-align: justify;">Berita terakhir, menurut VOA Polandia sudah memberikan lampu hijau untuk menyediakan kredit sebesar 280 juta USD untk membantu perkembangan selanjunya industri galangan kapal di Vietnam. Disamping itu Polandia telah menambah dua kali lipat dana yang disediakan dalam rangka dana pengiriman pelajar Vietnam untuk meneruskan belajar di Polandia.</p>
<p style="text-align: justify;">Perdagangan kedua negara itu tahun yang lalu mencapai angka 640 juta USD. Suatu kenaikan luar biasa, yang mana ditarget-kan bahwa perdagangan kedua negara ini akan mencapai 500 juta USD dalam tahun 2010.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk Industri Galangan Kapal di tanah air, pendekatan yang realistis sekarang ini alah untuk meng-&#8221;upgrade&#8221; usaha-usaha perbaikan dan pemeliharaan kapal. Pembangunan kapal-kapal Nusantara yang baru merupakan tahap kedua. Dengan usaha yang positip dalam meng-&#8221;upgrade&#8221; ini, kerjasama dengan negara maju dibidang pembuatan kapal baru harus dijajagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Negara yang patut didekati atau dirangkul sekali gus dengan melupakan masa 350 tahun dijajah, ialah negeri Belanda.<br />
Dimulai dengan bantuan management mapun keahlian dengan technology muthakir di bidang &#8220;perawatan&#8221; kapal. Pembangunan dok-dok terapung yang baru diseluruh pelabuhan besar di Nusantara. Dimulai dengan pembangunan dok-dok terapung yang dibangun di Negeri Belanda dan ditarik ke Tanah Air.<br />
Kemudian pembangunan kapal barang baru &#8220;tween decker&#8221; dengan bobot mati 2000 &#8211; 3000 ton, dengan mesin induk tenaga listrik, yang juga di bangun di Galangan Kapal di Belanda, dalam jumlah yang cukup besar sehingga akan membantu industri galangan kapalnya dan menyerap tenaga kerja di Negeri Belanda.<br />
Dengan demikian akan menggalang &#8220;public opinion&#8221; di Negeri Belanda bahwa membantu perkapalan Nusantara adalah usaha membantu negara dan warga negara Belanda sendiri. Mudah-mudahan berapa banyak dana yang dikucurkan dan persyarat apapun ( yang lunak tentunya dan dalam jangka waktu yang lama dalam pengembaliannya) dalam pembiayaan usaha bersama ini tidak akan mendapatkan oposisi yang besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Mudah-mudahan kiranya Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dapat menunjuk Duta Besar diNegeri Belanda yang fasih berbahasa Belanda serta mengerti betul akan kebutuhan dunia kemaritiman terutama pelayaran Nusantara yang kuat dan modern.. Perkembangan Pelayaran Nusantara harus menjadi priorotas utama dalam dalam masa kerja Kabinet baru ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Singgih Nata</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/10/23/industri-galangan-kapal-negara-tetangga-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seminar &amp; Gala Dinner IPERINDO</title>
		<link>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/04/21/seminar-gala-dinner-iperindo/</link>
		<comments>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/04/21/seminar-gala-dinner-iperindo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 10:05:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lautbiru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Bahari]]></category>
		<category><![CDATA[Event-Kegiatan Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Galangan Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Maritim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamaritimeclub.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[[ April 23, 2009; 9:00 am to 9:00 pm. ]  
 
 
Dalam rangka hari jadi IPERINDO (Ikatan Perusahaan Industri Kapal Nasional Indonesia) ke 41 maka diadakan Seminar &#38; Gala Dinner dengan tema :
 
“Memfokuskan Komitmen Pemerintah Secara Total Untuk Mempercepat Pengembangan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia”
 
Kamis, 23 April 2009
09:00-17:00 WIB
Balroom Hotel Gran Melia
Jakarta
 
Sambutan Pembuka : 
Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden RI
 
Pembicara Kunci : 
Fahmi Idris, Menteri Perindustrian
 
Pembicara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"> </p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"> </p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"> </p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="font-size: 11pt; color: black; mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Dalam rangka hari jadi IPERINDO (Ikatan Perusahaan Industri Kapal Nasional Indonesia) ke 41 maka diadakan </span><span style="font-size: 11pt; mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Seminar &amp; Gala Dinner dengan tema :</span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black;"><span style="font-family: Times New Roman;">“Memfokuskan Komitmen Pemerintah Secara Total Untuk Mempercepat Pengembangan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia”</span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black;"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black;"><span style="font-family: Times New Roman;">Kamis, 23 April 2009</span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black;"><span style="font-family: Times New Roman;">09:00-17:00 WIB</span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black;"><span style="font-family: Times New Roman;">Balroom Hotel Gran Melia</span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="font-size: 11pt; color: black;">Jakarta</span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black;"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black;"><span style="font-family: Times New Roman;">Sambutan Pembuka : </span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black;"><span style="font-family: Times New Roman;">Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden RI</span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black;"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black;"><span style="font-family: Times New Roman;">Pembicara Kunci : </span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black;"><span style="font-family: Times New Roman;">Fahmi Idris, Menteri Perindustrian</span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black;"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black; mso-ansi-language: IT;" lang="IT"><span style="font-family: Times New Roman;">Pembicara :</span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black; mso-ansi-language: IT;" lang="IT"><span style="font-family: Times New Roman;">R. Priyono-Kepala BP Migas</span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black; mso-ansi-language: FI;" lang="FI"><span style="font-family: Times New Roman;">Darmin Nasution-Dirjen Pajak</span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black; mso-ansi-language: FI;" lang="FI"><span style="font-family: Times New Roman;">Sunaryo-Dirjen Perhubungan Laut</span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-family: Times New Roman;">Budi Darmadi-Dirjen JATT</span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-family: Times New Roman;">Son Diamar-Staf Ahli Meneg PPN</span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-family: Times New Roman;">Arifin Indra-Dirut Bank Ekspor Indonesia</span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black;"><span style="font-family: Times New Roman;">Kwi-Ho Moon-21st Century Shipbuilding Korea</span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black;"><span style="font-family: Times New Roman;">Lee Tea Go-Samsung C&amp;T Corporation Singapore</span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black;"><span style="font-family: Times New Roman;">Mitsui Engineering &amp; Shipbuilding Co., Ltd. Japan</span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black;"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black;"><span style="font-family: Times New Roman;">Panitia :</span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black;"><span style="font-family: Times New Roman;">Tel : 021-640 4253</span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black;"><span style="font-family: Times New Roman;">Fax : 021-640 4253</span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black;"><span style="font-family: Times New Roman;">Email : <span style="font-size: 11pt; color: black; font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;">iperindo_event@gmail.com</span></span></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 11pt; color: black;"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/04/21/seminar-gala-dinner-iperindo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembuat Kapal Kayu Tradisional, Bahan Baku Kayu dan Illegal Logging</title>
		<link>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2008/12/10/pembuat-kapal-kayu-tradisional-bahan-baku-kayu-dan-illegal-logging/</link>
		<comments>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2008/12/10/pembuat-kapal-kayu-tradisional-bahan-baku-kayu-dan-illegal-logging/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 05:10:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lautbiru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Bahari]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Galangan Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Bahari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamaritimeclub.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[ 
Di Indonesia terdapat para pembuat kapal kayu tradisional yang sudah melakukan profesinya secara turun temurun selama bergenarasi-generasi.  Mereka tersebar di pesisir wilayah Indonesia dan sampai saat ini tetap berusaha menekuni profesinya itu dan membangun kapal kayu ukuran kecil, sedang dan besar.
Konsumen kapal kayu tradisional secara garis besar bisa dikelompokkan menjadi :
• nelayan (tradisional maupun non-tradisional)
• industri pariwisata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p>Di Indonesia terdapat para pembuat kapal kayu tradisional yang sudah melakukan profesinya secara turun temurun selama bergenarasi-generasi.  Mereka tersebar di pesisir wilayah Indonesia dan sampai saat ini tetap berusaha menekuni profesinya itu dan membangun kapal kayu ukuran kecil, sedang dan besar.</p>
<p>Konsumen kapal kayu tradisional secara garis besar bisa dikelompokkan menjadi :<br />
• nelayan (tradisional maupun non-tradisional)<br />
• industri pariwisata (pasar nasional, regional maupun internasional)<br />
• pelayaran rakyat<br />
• pelayaran angkutan penumpang</p>
<p>Kesemua kelompok konsumen tersebut adalah bagian dari komponen pelaku kegiatan ekonomi maritim yang memberikan sumbangan yang besar kepada ekonomi masyarakat pesisir di Indonesia secara umum.</p>
<p>Pembuatan kapal kayu tradisional bisa dilihat dari sudut pandang yang berbeda, yaitu :<br />
• industri<br />
• tradisi dan budaya</p>
<p><strong>Sebagai industri</strong>, pembuatan kapal kayu tradisional ini melibatkan tenaga kerja yang mempunyai keahlian khusus, melibatkan teknologi pembuatan kapal kayu asimilasi antara metode tradisional dan non-tradisional.  Beberapa kapal hasil produksi pembuat kapal tradisional bahkan sudah dikenal secara regional maupun internasional.</p>
<p><strong>Sebagai tradisi dan</strong> <strong>budaya</strong>, pembuatan kapal kayu tradisional juga ikut serta dalam pengembangan karakter dan kearifan lokal yang sangat lekat dengan kehidupan masyarakat pelakunya.  Kegiatan ini juga bagian dari daya tarik lokal yang menjadi minat wisatawan lokal maupun mancanegara. </p>
<p>Saat ini bahan baku kayu untuk pembanguan kapal semakin terbatas.  Para pembuat kapal sangat terpengaruh akan kondisi tersebut.  Ada yang kegiatannya terhenti, beralih ke bahan baku lain atau terus berpindah lokasi pembangunan mengikuti lokasi ketersedian kayu.</p>
<p>Di lain pihak, saat ini sedang digencarkan pemberantasan <em>illegal logging</em> oleh pemerintah.  Hal yang sangat perlu dilakukan dalam usaha mempertahankan keseimbangan alam yang memang sudah sangat rusak ini.</p>
<p>Jika dilihat data konsumsi kayu secara nasional oleh pembuat kapal tradisional maka seharusnya bisa didapatkan besarannya.  Dari situ bisa dilihat kontribusi kegiatan pembuatan kapal tradisional terhadap laju pengurangan hutan. Apakah signifikan?  Saya pernah berbincang dengan salah satu pembuat kapal tradisional di Kalimantan dan Beliau bercerita bahwa kapal kayu phinisi yang saat itu sedang dibangun (ukuran panjang Loa  40 meter dan kira2 GT-nya sekitar 300-an RT) mengkonsumsi kayu sebanyak 500 meter kubik untuk pembangunan selama 1,5 s/d 2 tahun di lokasi sekitar sumber kayu tersebut.  Lalu persis di sebelah kanan kirinya ada <em>saw-mill</em> ilegal yang mengkonsumsi kayu 500 meter kubik per minggu untuk tiap <em>saw mill</em> untuk menghasilkan papan-papan kayu yang dikirim ke luar daerah.</p>
<p>Saat ini banyak <em>saw-mill</em> ilegal tersebut sudah tidak beroperasi akibat dari digencarkan pemberantasan <em>illegal logging</em> di daerah tersebut.  Tetapi kegiatan pemberantasan <em>illegal logging</em> di lokasi tersebut juga mulai berimbas kepada para pembuat kapal tradisional sehingga kapal yang sedang mereka buat (pesanan orang) mulai dilingkari <em>police line</em> dan bahkan ada pembuat kapal dijadikan tersangka dan ditahan.</p>
<p>Melihat kondisi-kondisi di atas timbul pertanyaan-pertanyaan sbb :</p>
<p>Bagaimana caranya memelihara kegiatan pembuatan kapal tradisional sebagai industri maupun tradisi dan budaya dengan tetap menjaga keseimbangan alam?</p>
<p>Bagaimana caranya supaya kegiatan pembuatan kapal tradisional bisa dilihat sebagai kegiatan yang legal yang mempunyai kontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi maritim?</p>
<p>Bagaimana agar pelaku pembuat kapal tradisional bisa mendapatkan bahan baku kayu yang legal?  Apakah sudah ada aturan yang aplikatif yang mengatur agar para pembuat kapal tradisional bisa tetap berkegiatan tanpa harus dikejar-kejar aparat pemerintah?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2008/12/10/pembuat-kapal-kayu-tradisional-bahan-baku-kayu-dan-illegal-logging/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaitan antara Klasifikasi, SOLAS, ISM, MARPOL, ISO dan Standar-Standar Lain di Dunia Perkapalan?</title>
		<link>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2008/03/20/apa-kaitan-antara-klasifikasi-solas-ism-marpol-iso-dan-standar-standar-lain-di-dunia-perkapalan/</link>
		<comments>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2008/03/20/apa-kaitan-antara-klasifikasi-solas-ism-marpol-iso-dan-standar-standar-lain-di-dunia-perkapalan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2008 09:56:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lautbiru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Bahari]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Galangan Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Pelayaran]]></category>
		<category><![CDATA[Transportasi Laut]]></category>
		<category><![CDATA[ism]]></category>
		<category><![CDATA[iso]]></category>
		<category><![CDATA[klasifikasi kapal]]></category>
		<category><![CDATA[marpol]]></category>
		<category><![CDATA[solas]]></category>
		<category><![CDATA[standar perkapalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamaritimeclub.com/2008/03/20/apa-kaitan-antara-klasifikasi-solas-ism-marpol-iso-dan-standar-standar-lain-di-dunia-perkapalan/</guid>
		<description><![CDATA[ 
 
Di kapal itu ada macam-macam standar yang bisa dan/atau harus diaplikasikan baik sejak saat pembuatan maupun pengoperasiannya. Dari sejak kapal didesain pun sudah harus mengacu kepada standar yang ada.
Begitu banyak standar2 yang ada dan apakah sebenarnya keterkaitan antara standar-tersebut dan siapa yang mengeluarkan sertifikat atau surat keterangan bahwa sebuah kapal itu sudah memenuhi ketentuan-ketentuan standar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"> </p>
<p align="justify"> </p>
<p align="justify">Di kapal itu ada macam-macam standar yang bisa dan/atau harus diaplikasikan baik sejak saat pembuatan maupun pengoperasiannya. Dari sejak kapal didesain pun sudah harus mengacu kepada standar yang ada.</p>
<p align="justify">Begitu banyak standar2 yang ada dan apakah sebenarnya keterkaitan antara standar-tersebut dan siapa yang mengeluarkan sertifikat atau surat keterangan bahwa sebuah kapal itu sudah memenuhi ketentuan-ketentuan standar yang ada?</p>
<p align="justify">Lalu kapal yang mana yang harus mengacu kepada standar yang mana? Apakah kapal ikan dengan ukuran tertentu harus memenuhi standar yang sama dengan kapal barang, patroli, penumpang, dll?</p>
<p align="justify">Di kapal juga ada aspek bentuk lambung, konstruksi, instalasi listrik, instalasi air, peralatan komunikasi dan navigasi, peralatan keselamatan, dll. Standar mana yang mengatur aspek yang mana?</p>
<p align="justify">Keadaan setiap daerah pelayaran adalah berbeda-beda untuk setiap negara/lokasi. Apakah setiap negara punya aturan main yang berbeda? Apakah ada standar lokal dan standar internasional? Atau ada aturan baku yang harus dipenuhi oleh semua negara di dunia? Jika ada standar lokal, apakah kalau kapal berstandar lokal boleh berkunjung ke negara lain?</p>
<p>Mungkin ada yang bisa memberikan penjelasan mengenai hal ini?</p>
<p>Terima kasih sebelumnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2008/03/20/apa-kaitan-antara-klasifikasi-solas-ism-marpol-iso-dan-standar-standar-lain-di-dunia-perkapalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>perkenalan</title>
		<link>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2008/03/18/perkenalan/</link>
		<comments>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2008/03/18/perkenalan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2008 05:16:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahlan zulfakhri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Industri Galangan Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Maritim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamaritimeclub.com/2008/03/18/perkenalan/</guid>
		<description><![CDATA[saya ahlan zulfakhri dari teknik perkapalan UNDIP,saya mengharapkan berita2 ,seminar,dan bea siswa yang berhubungan dengan teknik perkapalan
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya ahlan zulfakhri dari teknik perkapalan UNDIP,saya mengharapkan berita2 ,seminar,dan bea siswa yang berhubungan dengan teknik perkapalan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2008/03/18/perkenalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Mendapatkan Klasifikasi Asing seperti ABS, GL, DNV</title>
		<link>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2008/02/17/cara-mendapatkan-klasifikasi-asing-seperti-abs-gl-dnv/</link>
		<comments>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2008/02/17/cara-mendapatkan-klasifikasi-asing-seperti-abs-gl-dnv/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2008 14:37:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mydc2200</dc:creator>
				<category><![CDATA[Industri Galangan Kapal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamaritimeclub.com/2008/02/17/cara-mendapatkan-klasifikasi-asing-seperti-abs-gl-dnv/</guid>
		<description><![CDATA[Saya mau tanya bagaimana cara mengurus klasifikasi Asing sedangkan galangan saya hanya di pantai,  mungkinkah saya mendapatkan klasifikasi asing? Orderan banyak tapi saya tidak bisa penuhi Klasifikasinya, mohon pencerahannya
Terima kasih
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mau tanya bagaimana cara mengurus klasifikasi Asing sedangkan galangan saya hanya di pantai,  mungkinkah saya mendapatkan klasifikasi asing? Orderan banyak tapi saya tidak bisa penuhi Klasifikasinya, mohon pencerahannya</p>
<p>Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2008/02/17/cara-mendapatkan-klasifikasi-asing-seperti-abs-gl-dnv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
