<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indonesia Maritime Club &#187; Teknologi Sumber Energi Maritim</title>
	<atom:link href="http://www.indonesiamaritimeclub.com/category/teknologi-maritim/energi-maritim/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.indonesiamaritimeclub.com</link>
	<description>Membangun Indonesia Berbasis Ekonomi Maritim</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Aug 2010 14:31:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Galangan Kapal Cina mendapat pesanan pembangunan kapal khusus</title>
		<link>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2010/07/13/galangan-kapal-cina-mendapat-pesanan-pembangunan-kapal-khusus/</link>
		<comments>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2010/07/13/galangan-kapal-cina-mendapat-pesanan-pembangunan-kapal-khusus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 16:25:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joe Ragan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Industri Galangan Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Galangan Kapal Bangunan Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Perencanaan-Desain Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Sumber Energi Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Galangan kapal negara tetangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamaritimeclub.com/?p=487</guid>
		<description><![CDATA[Tuesday, Jul 13, 2010
Perjanjian pembangunan kapal baru antara A2SEA ( anak perusahaan Dong Energy A/S/) dan perusahaan Galangan Kapal Cina, COSCO Group Co., Ltd telah ditanda tangani. Kapal baru ini adalah kapal khusus untuk pembangunan Menara Angin Tenaga Listrik dilepas pantai. Kontrak yang dikantongi Perusahaan Galangan Kapal Cina ini berharga sejumlah USD 139 Juta. Anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tuesday, Jul 13, 2010</p>
<p>Perjanjian pembangunan kapal baru antara A2SEA ( anak perusahaan Dong Energy A/S/) dan perusahaan Galangan Kapal Cina, COSCO Group Co., Ltd telah ditanda tangani. Kapal baru ini adalah kapal khusus untuk pembangunan Menara Angin Tenaga Listrik dilepas pantai. Kontrak yang dikantongi Perusahaan Galangan Kapal Cina ini berharga sejumlah USD 139 Juta. Anak perusahaan Dong Energy S/A ini adalah perusahaan yang menjadi pelopor dalam pembangunan Tenaga Listrik Menara Angin Lepas Pantai.</p>
<p>Kapal baru ini direncanakan akan selesai pembangunannya pada pertenganhan tahun 2012 dan akan diberi nama &#8216;Sea Installer&#8221;<br />
Kapal khusus ini akan dilengkapi dengan dongkrak hydrolis ( jack-up vessel) dilautan engan kedalaman sampai 45 meter. Direncanakan kapal ini akan beroperasi di lepas pantai Inggris maupun dipantai-pantai negara lainnya diseluruh dunia.</p>
<p>Frderik Hansen, CEO dari A2SEA, mengatakan bahwa dengan bertambahnya proyek Pengadaan Tenaga listrik dengan memakai Menara Angin lepas pantai,keberadaan kapal &#8220;SEA INSTALLER&#8221; yang diperlengkapi dengan alat-alat yang serba baru dapat memenuhi kebutuhan para langganan dimasa depan dan diharapkan akan tetap menjadi perusahaan utama dalam usaha-usaha pembangunan Menara Angin Tenaga Listrik Lepas Pantai didunia.</p>
<p>Kapal jenis ini akan menekan jangka waktu pembangunan Menara Angin Tenaga Listrik Lepas Pantai. Penekanan jangka waktu ini adalah merupakan faktor utama dalam usaha untuk menekan ongkos semurah mungkin dalam pembanguan Menara Angin Tenaga Listrik Lepas Pantai. Dalam rancangan dini SEA INSTALLER ini, direncanakan untuk dapat mengangkut paing sedikit 8 (delapan) sampai 10 (sepuluh) Menara Angin Tenaga Listrik Lepas Pantai komplit dengan turbine dan generator pembangkit tenaga listriknya. Kemampuan mengangkut lebih banyak peralatan Menara Angin Tenaga Listrik Lepas Pantai ini dalam satu pelayaran, merupakan suatu hal mustahil dalam waktu sekarang ini.</p>
<p>Keterangan diatas, merupakan suatu hal yang dapat dikatakan membuka &#8220;pintu&#8221; baru dalam usaha Pemerintah R.I. dalam pengadaan Tenaga Listrik Nasional. Diluar Pulau-pulau besar sperti Sumatra, Kalimantan Jawa, Sulawesi dan Papua, pengadaan tenaga listrik dilepas pantai apakah dengan tenaga angin atau tenaga air laut sewaktu pasang surut maupun &#8220;arus laut&#8221; yang selalu mengarah kesatu jurusan, misalnya Selat Bali, sudah waktunya untuk diraih hasilnya. Pengadaan tenaga listrik dengan angin dipantai lepas dan arus laut merupakan tenaga yang tak akan habis-habisnya dibandingkan dengan batubara atau minyak.</p>
<p>Juga tidak perlu mengadakan &#8220;research&#8221; yang mendalam seperti dalam hal Pengadaan Tenaga Listrik Nuklir. Juga menghindari hal-hal yang tak perlu seperti &#8220;syak wasangka&#8221; dunia Barat seperti halnya pengadaan tenaga listrik nuklir di Iran.</p>
<p>Dengan mengembangkan dan memeperdayakan tenaga yang tersedia di lepas pantai ini, menghemat persediaan batubara dan minyak. Dan seandainya usaha pembangunan Menara Angin Lepas Pantai ini dikaitkan dengan pembangunan &#8220;kodominium rumah ikan&#8221; akan membawa suatu jalan dalam menuju kemakmuran Negara dan Bangsa. .</p>
<p>Facts about SEA INSTALLER: .</p>
<p> Length: 132 metres .</p>
<p> Breadth: 39 metres .</p>
<p> Draft: 5.8 metres .</p>
<p> Speed: 12 knots .</p>
<p> Crane capacity: 900 tons .</p>
<p> Loading area: 3200 sqm. .</p>
<p> Loading capacity: 5000 tons .</p>
<p> Able to jack-up at water depths of up to 45 metres .</p>
<p> Capable of carrying eight to ten offshore wind turbines (Towers, nacelles and blades) .</p>
<p> Able to carry up 60 people (crew and installation personnel).</p>
<p>Dikutip dan diterjemahkan bebas dari Ship Building News July 13,2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2010/07/13/galangan-kapal-cina-mendapat-pesanan-pembangunan-kapal-khusus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indomaritimnomic III</title>
		<link>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/08/28/indomaritimnomic-iii/</link>
		<comments>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/08/28/indomaritimnomic-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 01:31:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Singgih Nata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penelitian Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Pertahanan dan Keamanan Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Sumber Energi Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Global Warming]]></category>
		<category><![CDATA[indomaritimnomics]]></category>
		<category><![CDATA[negara maritim]]></category>
		<category><![CDATA[TNI AL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/08/28/indomaritimnomic-iii/</guid>
		<description><![CDATA[Indomaritimnomic III.
Tulisan ini hanya sebagai bahan untuk memberikan kesan memang Indomatritimnomics merupakan bagian dari ekonomi NKRI. Dan apa yang ada dilaut dapat dikembangkan serta dapat menunjang dalam usaha menaikkan tingkat  kehidupan rakyat. Terutama rakyat penduduk pulau-pulau terpecil yang tersebar diseluruh Nusantara, dari Sabang sampai ke Merauke.
1. Pembangunan Pangkalan TNI AL dan TNI AU di pulau-pulau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Indomaritimnomic III.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan ini hanya sebagai bahan untuk memberikan kesan memang Indomatritimnomics merupakan bagian dari ekonomi NKRI. Dan apa yang ada dilaut dapat dikembangkan serta dapat menunjang dalam usaha menaikkan tingkat  kehidupan rakyat. Terutama rakyat penduduk pulau-pulau terpecil yang tersebar diseluruh Nusantara, dari Sabang sampai ke Merauke.</p>
<h3>1. Pembangunan Pangkalan TNI AL dan TNI AU di pulau-pulau kecil.</h3>
<p style="text-align: justify;">Pembangunan Pangkalan TNI AL dan TNI AU di pulau-pulau kecil adalah dalam rangka membangun ketahanan Nasional. Serta pengamanan Lautan Nusantara dari kapal-kapal berbendera Asing yang melakukan usaha penangkapan ikan di lautan Nusantara. Pembangunan Pangkalan TNI AL dan TNI AU di pulau-pulau kecil, juga akan menjadi tonggak utama dalam perkembangan ekonomi setempat, dan pendidikan penduduk setempat.</p>
<p style="text-align: justify;">Dipulau-pulau kecil dimana ada Pangkalan TNI AL dan TNI AU, rakyat setempat dapat diikutssertakan dalam usaha &#8220;perawatan&#8221; pangkalan-pangkalan itu.  Penduduk setempat diberikan pendidikan dalam usaha bercocok tanaman.  Tentunya dengan bimbingan dari para Insinyur Pertanian. Insinyur Pertanian ini di-&#8221;wamil&#8221;-kan untuk masa waktu tertentu dan ditempatkan untuk bertugas di Pangkalan-pangkalan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Penduduk diberikan pendidikan dalam menanam sayur mayur, buah-buahan dan juga pembuatan pupuk kompos.  Hasil dari bercocok tanaman ini dijual ke Pangkalan AL dan AU.  Juga kepada kapal-kapal patroli TNI AL yang  berpatroli didaerah itu dimana pelabuhan di pulau itu merupakan Induk Pelabuhan kapal-kapal tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Penduduk setempat diberikan juga pendidikan dalam penanaman pohon jarak.  Biji jarak dijual ke Koperasi untuk diolah menjadi minyak jarak.  Dan minyak jarak ini dijual ke Pangkalan Al dan AU sebagai campuran untuk minyak diesel. Juga minyak jarak ini dipakai untuk campuran minyak diesel kapal-kapal patroli TNI AL. Minyak jarak dipakai oleh TNI AU untuk campuran minyak diesel pembangkit tenaga listrik darurat dan juga sebagai bbm truck-truck dan kendaraan bermesin diesel lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Minyak jarak dijual ke PLN sebagai campuran minyak diesel untuk menjalankan mesin diesel penggerak Gnenerator Listrik. Dengan tersedianya aliran listrik ini, akan timbul usaha-usaha baru. Pengolahan kopra menjadi minyak kelapa.  Juga Pemerintah memberikan izin untuk pembuatan garam secara modern dengan peralatan-peralatan modern.  Garam yang dihasilkan dibeli oleh Koperasi untuk pembuatan ikan asin. Dengan demikian para nelayan dapat menangkapn ikan sebanyaknya dan ikan itu diproses lebih lanjut untuk dijadikan ikan asin. Ikan asin sebagai bahan untuk dijula ke Pangkalan, Kapal-kapal TNI AL serta penduduk dipulau itu atau dipulau lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Juga dijajagi penanaman  Pohon Sagu diMauluku ala Perkebunan Karet/Kelapa Sawit di Sumatara dalam skala yang kecil. Juga dijajagi kemungkinannya untuk menanam padi curah hujan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikarenakan sudah ada listrik, kemungkinan besar usaha penyulingan air laut menjadi air minum dapat dilaksanakan. Air minum dijual ke Pangkalan AL dan AU serta kapal-kapal patroli AL.  Tentunya juga penduduk dengan harga yang cukup murah.</p>
<h3>2. Menanggulangi &#8220;Global Warming&#8221;</h3>
<p style="text-align: justify;">Professor Stephen Salter,engineer at The University of Edinburg, UK dan Prof John Latahm, atmospheric phycisist at University of Manchester &amp; NCAR, Colorado, USA., telah mengadakan penyelidikan dalam menanggulangi &#8220;Global Warming&#8221;.<br />
Mereka mendapat kesimpulan bahwa untuk mengurangi suhu udara karena &#8220;Green House effect&#8221; ini, perlu diusahakan agar sinar matahari yang menerangi bumi untuk dikurangi, dengan demikian  dapat menghasilkan usaha dalam mencegah kenaikan suhu udara dikarenakan oleh CO2. Sperti diketahui bahwa CO2 ini dihasilkan dari pembakaran fossil fuel.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengurangan sinar matahari itu ialah dengan memantulkan sinar matahari kembali ke angkasa. Pemantulan sinar matahari ini dapat dilakukan dengan membuat awan buatan dari jenis &#8220;marine startocumuli&#8221;  dengan ketinggian sekitar 400 feet diatas muka bumi.<br />
Pembuatan awan buatan ini ialah dengan menyemprotkan &#8220;embun-embun air laut&#8221; dengan ukuran seper-sepuluhribu centimeter ke angkasa. Jumlah yang diperlukan adalah 50 cuft per detik. Kalau saja 1/4 dari permukaan laut diduniaini berawan awan buatan ini, sudah cukup untuk menahan kenaikan temperature.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk percobaan ini, Prof Salter itu telah membangun kapal Trimaran dan dipasang dikapal itu dua &#8220;menara rotor&#8221;.<br />
Menara dimana didalamnya dipasang rotor-rotor yang diputarkan dengan listrik. Kapal Trimaran ini, berlayar dengan  kecepatan 6 knots dengan putaran rotor-rotornya sekitar 300 RPM.  Membuktikan bahwa tenaga penggerak angin bekerja seperti yang diharapkan.<br />
Tenaga penggerak angin dengan memakai menara rotor-rotor ini bukan barang baru. Pada tahun 1922 Anton Flettner, seorang ahli pesawat udara Jerman, membangun kapal dilengkapi dengan tiga menara rotor ini dan berlayar dari Eropa ke Amerika.  Namun usaha ini tidak diteruskan karena kecepatannya yang terbatas. Kapal-kapal dengan tenaga penggerak mesin uap dan berikutnya dengan mesin diesel mempunyai kecepatan yang menguntungkan perusahaan pelayaran dalam penyebarangan Pelayaran Samudra.</p>
<p style="text-align: justify;">Cara bekerja &#8220;menara rotor&#8221; ini sebagai pengganti &#8220;layar&#8221; ialah sebagai berikut:<br />
Haluan kapal mengarah ke Timur.<br />
Angin bertiup dari Selatan.<br />
Didepan menara, angin yang bertiup searah dengan putaran rotor (counter clockwise), mengakibatkan tekanan udara yang rendah. Dibelakang menara, arah angin bertentangan dengan putaran rotor, kecepatan angin diperlambat mengakibatkan tekanan udara yang lebih besar daripada tekanan udara yang didepan menara. Perbedaan tekanan ini mendorong kapal maju.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam usaha menanggulangi &#8220;Global Warming &#8221; ini, kedua professor itu  memperhitungakn apabila dibangun kapal dengan tiga menara rotor, serta dari tengah-tengah menara itu disemprotkan &#8220;embun-embun air laut&#8221; ke angkasa. Diperkirakan dengan jumlah 1500 kapal tanpa anak buah ini (remote control) berlayar mundar mandir di Samudara-samudra dan lautan-lautan diseluruh dunia. memadai untuk menurunkan temperatur akibat dari &#8220;Green House Effects&#8221; ini.  Kapal-kapal itu dokontrol dengan satelit, bila terjadi hal-hal yany tidak diharapkan ( dengan pennyemprotan &#8220;embun-embun air laut &#8221; ke angkasa), dapat dengan  segera penyemprotan dihentikan dan dalam beberapa hari akan kembali ke keadaan normal.</p>
<p style="text-align: justify;">Tenaga listrik untuk keperluan penyemprotan ini, dihasilkan dari turbine yang dipasang dibawah permukaan laut diburitan.. Turbin berputar karena arus laut akibat dari kapal itu bergerak maju.</p>
<p style="text-align: justify;">Apa hubungannya kapal manar rotor yang menyemprotkan embun-embun air laut ke angkasa  dengan Indomaritimnomics??</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat jumlah kapal menara rotor itu yang diperlukan untuk usaha ini  (1500 kapal), apakah kiranya kita dapat menawarkan seratus atau duaratus pulau-pulau terpencil untuk dibangun menara penyemprot embun-embun air laut itu ke angkasa ?<br />
Pulau sepanjang pantai Barat Sumatra, Pulau Sabang di Utara, Pulau Natuna di Laut Cina Selatan, Kepulauan Seribu di Teluk Jakarta, Pulau Karimun Jawa di laut Jawa, terus ketimur,  Maluku Utara , Maluku Selatan, Nusatenggara.</p>
<p style="text-align: justify;">Global Warming sudah merupakan persoalan se dunia. Walaupun asal-usulnya adalah tidak lain dari ulah Negara-negara Industri dengan pemakaian fossilfuel dipabrik-pabrik maupun dikendaraan-kendaraan. Biarlah mereka yang membangun menara-menara itu, kita menyediakan pulaunya.  Tentunya diusahakan jangan pulau-pulau yang tak perpenduduk sama sekali.  Diusahakan pulau yang berpenduduk, dimana penduduk setempat dapat memetik keuntungan dengan adanya menara-menara itu.  Mulai dari pembangunannya, pemeliharaannya serta pengadaan tenaga listriknya apakah tenaga angin atau tenaga listrik dari pasang surut atau arus laut. Diamana semua ini datangnya dari dana internasional..  Sama seperti pembangunan Pangkalan AL dan AU, akan berakibat menaikan taraf kehidupan penduduk setempat. Dalam hal pulau dengan menara-menara itu, tidak merupakan beban besar bagi Pemerinatah R.I. dalam perongkosannya. Cukup menyediakan tanah dan air laut!!</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian dipulau-pulau tersebut karena didanai oleh dana internasional, kita dapat meminta PBB untuk ikut mengulurkan tangan membantu dalan segi pendidikan, kesehatan, mengundang WHO, Unesco,UNDP dllnya.. Pendidikan melaui TV Satelit, terutama pengetahuan kejuruan.  Pertanian, teknik mesin-mesin diesel ( mesin kapal dan mesin generator PLN), perikanan dan pertanian..<br />
Serta ahli pemeliharaan menara-menara penyemprotan air laut ke angkasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Disini dapat kita lihat bahawa Indomaritimnomics tidak saja bidang Pelayaran, Kepelabuhanan  dan Perikanan Laut, ternyata jauh lebih luas lagi. Pantaslah kalau NKRI ini disebut Negara Maritim.</p>
<p>Singgih Nata</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/08/28/indomaritimnomic-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kendala Teknologi dan Kapasitas Ocean Energy</title>
		<link>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/06/04/kendala-teknologi-dan-kapasitas-ocean-energy/</link>
		<comments>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/06/04/kendala-teknologi-dan-kapasitas-ocean-energy/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 01:08:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Donny Achiruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Sumber Energi Maritim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/06/04/kendala-teknologi-dan-kapasitas-ocean-energy/</guid>
		<description><![CDATA[Para insinyur Indonesia pada umumnya menguasai teknologi secara global dan di atas kertas. Karena ketika di kampus hampir semua mahasiswa tidak pernah melakukan praktek penerapan teknologi secara langsung, apalagi di perguruan tinggi swasta. Penyebab utama adalah kurangnya biaya untuk melakukan praktek penerapan teknologi tersebut
Apa yang salah di bangsa kita, sehingga sampai saat ini Indonesia masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Para insinyur Indonesia pada umumnya menguasai teknologi secara global dan di atas kertas. Karena ketika di kampus hampir semua mahasiswa tidak pernah melakukan praktek penerapan teknologi secara langsung, apalagi di perguruan tinggi swasta. Penyebab utama adalah kurangnya biaya untuk melakukan praktek penerapan teknologi tersebut</p>
<p>Apa yang salah di bangsa kita, sehingga sampai saat ini Indonesia masih berada di kelompok negara berkembang. Indonesia pada tahun 1966 memperoleh kepercayaan menjadi negara pertama di Asia untuk tempat asembling mobil-mobil Jepang, tetapi hingga saat ini telah lebih dari 40 tahun, bangsa ini belum mampu membuat mobil sendiri. Indonesia merupakan negara ketiga di dunia melakukan pengeboran minyak setelah Amerika Serikat dan Venezuela, tetapi hingga saat ini explorasi minyak dari perut bumi pertiwi ini masih diserahkan ke negara-negara asing.</p>
<p>Demikian pula halnya dengan teknologi pemanfaatan Ocean Energy atau enerji laut. Badan Pengembangan dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah mulai dengan beberapa pengembangan enerji laut, seperti enerji gelombang di Yogyakart. Tetapi mungkin banyak yang tidak tahu, bahwa alat-alat tersebut sumbangan dari negara eropa (maaf lupa negara nya). Yang menjadi pertanyaan, apakah BPPT sudah mampu membangun sendiri mulai dari nol hingga menghasilkan listrik ? Ini perlu pembuktian.</p>
<p>Penguasaan teknologi tidak bisa hanya menghafal pelajaran sejarah, termasuk juga pengembangan dan penerapan enerji laut. Tetapi harus diterapkan secara langsung oleh bangsa sendir. Tidak ada istilah alih teknologi di dunia ini, yang ada adalah pencurian teknologi dari bangsa asing yang bekerjasam dengan Indonesia.</p>
<p>Pada kesempatan ini penulis mencoba sekedar memberikan gambaran tentang kendala teknologi dan kapasitas listrik yang dapat dihasilkan dari enerji laut.</p>
<p>Tidal Power (Enerji Pasang Surut)<br />
Teknlogi pembangkit listrik pasang surut (PLPS) ini mungkin sudah dikuasai penuh oleh bangsa Indonesia, karena prinsipnya tidak berbeda dengan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) seperti di waduk Jatiluhur dan waduk-waduk lainnya. Air laut ketika pasang ditampung dalam suatu wilayah yang di bendung dan pada waktu pasang surut air laut dialirkan kembali ke laut. Pemutaran turbin dilakukan dengan memanfaatkan aliran air ketika masuk ke dalam dam dan ketika keluar dari dam menuju laut.</p>
<p>Kendala utama penerapan teknologi PLPS ini ada dua, pertama Pemerintah belum pernah memanfaatkan enerji pasang surut ini untuk menghasilkan listrik. Sehingga tenaga ahli kita yang telah menguasai teknolgi pembangkit listrik tenaga air belum pernah merancang dan menerapkan atau membangun secara langsung dari awal. Kedua, untuk pembangunan ini akan merendam wilayah yang luas, apalagi bila harus merendam beberapa desa disekitar muara atau kolam. Disisni akan muncul masalah sosial, bukan masalah teknologi.</p>
<p>Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para insinyur Indonesia untuk penerapan tekknologi ini adalah efisiensi propeler ketika air masuk dan air keluar. Kalau di PLTA arah air penggerak turbin hanya satu arah, sedangkan pada pembangkit listrik pasang surut ini dari dua arah. Hal kedua yang menjadi perhatian, adalah material yang dipergunakan. Untuk air laut diperlukan material khusus disesuaikan dengan kadar garam dan kecepatan airnya</p>
<p>Kapasitas listrik yang dihasilkan oleh PLPS ini sebaiknya untuk kapasitas besar (&gt; 50 MW), agar bisa ekonomis seperti PLTA.</p>
<p>Sayangnya sumber enerji PLPS ini banyak berada wilayah timur Indonesia, mulai dari Ambon hingga ke Papua. Di wilayah ini kebutuhan lsitrik masih kecil dan membutuhkan power cable bawah laut yang sangat panjang untuk bisa membawa listrik ke pulau Sulawesi yang membutuhkan listrik dalam jumlah besar</p>
<p>BERSAMBUNG (Wave Power/Enerji Gelombang)</p>
<p>Donny Achiruddin<br />
Fakultas Teknologi Kelautan, Universitas Darma Persada<br />
Visiting Professor<br />
Institute Ocean Energy Saga University, Japan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/06/04/kendala-teknologi-dan-kapasitas-ocean-energy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Macam Ocean Energy</title>
		<link>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/06/03/macam-ocean-energy/</link>
		<comments>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/06/03/macam-ocean-energy/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 02:47:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Donny Achiruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Sumber Energi Maritim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/06/03/macam-ocean-energy/</guid>
		<description><![CDATA[Pada prinsipnya semua enerji laut berasal dari enerji matahari. Penyerapan enerji matahari terbesar adalah di laut tropis. Indonesia sebagai salah satu negara yang berada di garis katulistiwa, memiliki Ocean Energy atau enerji laut yang sangat besar kapasitasnya dan juga sangat luas wilayahnya.
Pada intinya yang benar-benar enerji laut ada 4 (empat), yaitu enerji gelombang, enerji pasang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada prinsipnya semua enerji laut berasal dari enerji matahari. Penyerapan enerji matahari terbesar adalah di laut tropis. Indonesia sebagai salah satu negara yang berada di garis katulistiwa, memiliki Ocean Energy atau enerji laut yang sangat besar kapasitasnya dan juga sangat luas wilayahnya.</p>
<p>Pada intinya yang benar-benar enerji laut ada 4 (empat), yaitu enerji gelombang, enerji pasang surut, enerji arus dan enerji perbedaan temperatur (OTEC). Akan tetapi enerji matahari dan enerji angin juga bisa dimasukkan ke dalam kelompok enerji laut, karena sumber terbesar kedua enerji ini berada di pesisir pantai.</p>
<p>Peta enerji laut dapat digambar secara global, untuk enerji gelombang hampir seluruh selatan pulau Sumatera hingga ke pulau Timor, enerji arus mulai selat bali hingga selat Timor, enerji pasang surut di wilayah timur mulai dari Ambon hingga Papua dan sumber OTEC di 70% wilayah laut Indonesia kecuali di selat Malaka, laut Jawa dan sekitar Batam hingga Natuna. Sedangkan sumber enerji angin dan matahari hampir di seluruh wilayah pantai Indonesia.</p>
<p>Teori dasar pemanfaatan enerji laut sangat sederhana, dan dipahami oleh para insinyur Indonesia. Akan tetapi sayangnya pengetahuan ini hanya bersifat global, tidak mendetail sampai ke tahap implementasi. Salah satu contohnya, untuk membuat enerji listrik dari arus laut adalah dengan memasang baling-baling di bawah laut untuk memutar dinamo sehingga menghasilkan listrik. Pengetahuan insinyur Indonesia sebagian besar sampai disini. Dalam implementasinya sangat diperlukan kerjasama Tim, karena diperlukan berbagai tenaga ahli yang profesional.</p>
<p>Insinyur kita belum sampai ke implementasi ini, karena kendala biaya yang disediakan Pemerintah tidaklah mencukupi. Akibatnya pemanfaatan enerji laut ini dalam waktu dekat tetap memakai tenaga ahli dari negara lain.</p>
<p>Memang diperlukan pemimpin bangsa yang punya wawasan maritim, agar laut kita dapat dimaksimalkan kan untuk kesejahteraan bangsa.</p>
<p>Sekitar 100 tahun mendatang, ketika bahan bakar fosil (minyak, batu bara, gas) telah lenyap dari muka bumi ini, enerji laut akan sangat berperan penting untuk menghasilkan listrik dunia. Kalau kita mulai dari sekarang menguasainya, tidak tertutup kemungkinan 50 tahun lagi Indonesia menghasilkan listrik dari enerji laut dan menjualnya ke Singapore, Malaysia, Brunei dan Philipine.</p>
<p>Dalam 50 tahun ke depan, ketika semua kendaraan telah memekai telaga listrik, maka Indonesia akan menjadi seperti Arab Saudi saat ini, yaitu menguasai ekonomi dunia sebagai penghasil listrik nomor satu di dunia.</p>
<p>Semua tergantung kita, bangsa sendiri, bangsa Indonesia</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/06/03/macam-ocean-energy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengembangan Ocean Energy</title>
		<link>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/05/21/pengembangan-ocean-energy/</link>
		<comments>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/05/21/pengembangan-ocean-energy/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 05:07:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Donny Achiruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Sumber Energi Maritim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/05/21/pengembangan-ocean-energy/</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 2008 harga minyak dunia sempat mencapi 147 dolar per barrel. Seluruh dunia termasuk Indonesia sibuk memikirkan energi alternatif.
Indonesia sebagai negara kepulauan perlu memikirkan sumber nergi masa depan yang tidak terbatas. Sumber energi tersebut berada di laut dan Indonesia memiliki energi laut atau ocean energy resources yang sangat baik dan luas. Ocean energy resources yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun 2008 harga minyak dunia sempat mencapi 147 dolar per barrel. Seluruh dunia termasuk Indonesia sibuk memikirkan energi alternatif.</p>
<p>Indonesia sebagai negara kepulauan perlu memikirkan sumber nergi masa depan yang tidak terbatas. Sumber energi tersebut berada di laut dan Indonesia memiliki energi laut atau ocean energy resources yang sangat baik dan luas. Ocean energy resources yang dimiliki Indonesia dapat dikatakan yang terbaik dan terbesar di dunia.</p>
<p>Berbeda dengan sumber daya alam darat yang bisa langsung diambil dan dimanfaatkan, sumber ocean energy ini perlu penanganan terlebih dahulu untuk memperoleh listrik, makanan, air tawar dan manfaat lainnya.</p>
<p>Penanganan sumber ocean energy ini melibatkan banyak pihak yang profesional, seperti ahli teknik perkapalan, ahli permesinan khususnya yang menguasai thermodynamic, ahli kelistrikkan, ahli konstruksi, ahli biota laut, ahli ekonomi dan banyak lagi.</p>
<p>Semua tenaga ahli yang disebutkan di atas dimiliki oleh bangsa Indonesia. Karena itu sebaiknya kita masyarakat maritim atau yang mencintai bangsa ini perlu dari sekarang secara bertahap dan berkesinambungan untuk memikirkan pemanfaatan ocean energy ini.</p>
<p>Mungkin belum banyak yang mengetahui, bahwa cadangan minyak yang dimiliki dunia Arab saat hanya untuk 80 tahun ke depan, sedangkan cadangan minyak Indonesia diperkirakan hanya untuk 25 tahun kedepan. Selanjutnya dari mana dunia akan mendapatkan energi listriknya ? Jawabannya ada di laut, khususnya lautan yang berada di wilayah ttropis.</p>
<p>Ini baru sekedar pembuka atau pemanasan, agar ocean energy juga bisa dilibatkan dalam IMC ini</p>
<p>Donny Achiruddin<br />
Visiting Professor,<br />
Institute Ocean Energy Saga University (IOES),<br />
Japan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/05/21/pengembangan-ocean-energy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ocean Energy</title>
		<link>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/05/20/ocean-energy/</link>
		<comments>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/05/20/ocean-energy/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 06:24:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Donny Achiruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Sumber Energi Maritim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/05/20/ocean-energy/</guid>
		<description><![CDATA[Salam kenal untuk member IMC
Boleh dong gabung untuk ngobrol-ngobrol soal ocean energy atau Enerji Laut.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal untuk member IMC</p>
<p>Boleh dong gabung untuk ngobrol-ngobrol soal ocean energy atau Enerji Laut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamaritimeclub.com/2009/05/20/ocean-energy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
